Friday, 29 May 2026

Banjir Bandang Hantam Gorontalo Utara, Ratusan Rumah Tertimbun Lumpur dan 529 KK Terdampak

Banjir bandang menerjang Kecamatan Biau Gorontalo Utara menimbun ratusan rumah dengan lumpur

Banjir bandang menerjang Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Rabu (27/5) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir dua jam. Ratusan rumah warga tertimbun lumpur tebal dan material kayu, sementara ketinggian air sempat mencapai 250 sentimeter di permukiman padat penduduk.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo tiba di lokasi sekitar pukul 03.15 Wita dan langsung menemukan kondisi Desa Didingga sebagai salah satu daerah terparah. Dinding rumah penuh lapisan lumpur cokelat, atap rumah runtuh, dan akses jalan tertutup material banjir.

Lima Desa Terdampak, 529 Kepala Keluarga Mengungsi

Data BPBD Provinsi Gorontalo mencatat setidaknya lima desa mengalami dampak serius. Desa Bualo tercatat paling banyak dengan 132 kepala keluarga terdampak, diikuti Desa Biau 122 KK, Desa Didingga 115 KK, Desa Omuto 85 KK, dan Desa Luhuto 75 KK. Total korban mencapai 529 kepala keluarga yang harus kehilangan tempat tinggal sementara.

“Hasil pemantauan kami di Desa Didingga, sebagian besar rumah warga saat ini tertimbun lumpur, sementara beberapa rumah dan tempat usaha warga mengalami kerusakan,” ujar Mohamad Nasaru, Pengelola Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo.

Hujan Deras Selama Dua Jam Picu Bencana

Banjir terjadi pada Selasa (26/5) sore setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kecamatan Biau sejak pukul 15.30 hingga 17.20 Wita. Air meluap dari saluran drainase dan sungai kecil, membawa material lumpur serta kayu gelondongan yang merusak bangunan di sepanjang aliran.

Meski banjir mulai surut, material lumpur dan kayu masih menutupi sejumlah rumah warga. Beberapa akses jalan antardesa masih tertutup, membuat proses evakuasi dan pembersihan menjadi lebih lambat.

Berbagai Instansi Kerahkan Personel ke Lokasi

BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD Kabupaten Gorontalo Utara terus melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor. Dinas Sosial Provinsi Gorontalo bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu pendistribusian bantuan logistik dan pembersihan material banjir.

Unsur yang terlibat dalam penanganan bencana ini meliputi BPBD Provinsi Gorontalo, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Dinas Sosial, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi II. Koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah yang sulit diakses tersebut.

Bencana banjir bandang di Gorontalo Utara ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, terutama di daerah-daerah yang berada di jalur aliran sungai dan rawan longsor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *