Jakarta — Dinas Pendidikan Jawa Barat resmi membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung untuk tahun ajaran 2026. Program unggulan Pemprov Jabar ini menyasar siswa berprestasi di 41 sekolah negeri, dengan total daya tampung mencapai 21.000 kursi.
Pendaftaran dibuka secara daring melalui laman maung.spmb.jabarprov.go.id sejak Senin (18/5/2026) dan berlangsung hingga Jumat (29/5/2026). Calon peserta didik mendapat akun pendaftaran sejak 18 hingga 22 Mei, kemudian mengisi formulir pada gelombang yang sudah ditentukan.
Tiga Jalur Seleksi Tanpa Zonasi
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menegaskan bahwa Sekolah Maung menghapus jalur zonasi sepenuhnya. “Di Sekolah Maung ini nanti tidak ada lagi jalur zonasi,” ujar Purwanto saat Kick Off SPMB di Stadion Arcamanik, Senin (18/5/2026).
Tiga jalur seleksi yang tersedia meliputi jalur potensi akademik dengan kuota 10 persen, kompetensi akademik sebanyak 70 persen, dan kompetensi non-akademik 20 persen. Komposisi ini menunjukkan prioritas utama sekolah maung adalah mengidentifikasi siswa dengan kemampuan akademik unggul.
Persyaratan yang Harus Dipenuhi
Calon siswa wajib lulusan SMP, MTs, atau sederajat pada tahun berjalan maupun tahun sebelumnya dengan batas usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026. Bagi jalur kompetensi akademik, peserta harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain itu, pendaftar harus memiliki kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) yang menunjukkan domisili minimal satu tahun di Jawa Barat. Surat rekomendasi dari sekolah asal yang menyatakan siswa berprestasi dan berminat melanjutkan ke perguruan tinggi juga menjadi syarat wajib.
Jadwal Pengumuman dan Daftar Ulang
Pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 8 Juni 2026. Siswa yang diterima harus melakukan daftar ulang pada 9-10 Juni 2026. Bagi yang tidak lolos di Sekolah Maung, tersedia kesempatan mengikuti SPMB tahap 1 atau tahap 2 di sekolah lain di luar program maung.
Pemprov Jabar menyiapkan 28 SMA negeri dan 13 SMK negeri sebagai bagian dari jaringan Sekolah Maung. Keberadaan program ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi yang ingin mengakses pendidikan berkualitas tanpa terikat batasan zonasi geografis.
Program Sekolah Maung hadir di tengah dinamika kebijakan pendidikan nasional, termasuk rencana Prabowo yang memerintahkan bahasa Prancis masuk kurikulum. Kebijakan kurikulum dan penerimaan siswa baru ini menunjukkan betapa aktifnya pemerintah dalam membenahi sistem pendidikan Indonesia dari berbagai sisi.