Jakarta — Xiaomi resmi menghadirkan duo smartphone terbaru dari lini T Series ke pasar global pada Kamis (29/5/2026) malam. Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro membawa sejumlah peningkatan signifikan, terutama di sektor kamera Leica, baterai berkapasitas besar, serta performa chipset terbaru MediaTek yang menggoda para penggemar gadget Tanah Air. Perkembangan teknologi smartphone terus melaju pesat, seiring munculnya tren kecerasan buatan yang mulai mengancam berbagai sektor pekerjaan.
Peluncuran ini menjadi perhatian khusus karena Xiaomi 17T Series telah lolos sertifikasi Postel dan TKDN, memastikan kehadirannya di Indonesia pada 2 Juni 2026 mendatang. Poster resmi dari akun Instagram Xiaomi Indonesia mengonfirmasi jadwal kedatangan tersebut.
Layar Lebih Imersif dengan Bezel Ultra-Tipis
Xiaomi 17T Pro tampil memukau dengan layar AMOLED berukuran 6,83 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz. Yang menarik, bezel layarnya hanya setipis 1,29mm, menciptakan tampilan yang semakin modern dan imersif untuk menonton konten maupun bermain game.
Sementara itu, Xiaomi 17T menawarkan layar AMOLED 6,59 inci 1,5K yang lebih ringkas namun tetap responsif dengan refresh rate 120Hz. Kedua model sama-sama mendukung kecerahan puncak hingga 3.500 nits, Dolby Vision, serta dilapisi Corning Gorilla Glass 7i untuk perlindungan ekstra.
Chipset Flagship dan Sistem Pendingin Canggih
Di sektor performa, Xiaomi 17T Pro mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9500 berarsitektur 3nm kelas flagship. Sementara Xiaomi 17T dibekali Dimensity 8500-Ultra 4nm yang tidak kalah bertenaga. Keduanya dipadukan RAM LPDDR5X 12GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB.
Sistem pendingin 3D IceLoop vapor chamber turut disematkan untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil saat menjalankan aplikasi berat. Pengujian benchmark AnTuTu v11 mencatat skor Xiaomi 17T mencapai 2.137.999 poin, hampir menyamai performa HP flagship premium.
Kamera Leica dengan Zoom Optik 5x
Sektor kamera menjadi andalan utama Xiaomi 17T Series. Kedua model mengusung kamera telefoto periskop 50MP dengan zoom optik 5x, yang merupakan peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya. Fitur Digital Zoom hingga 120X turut tersedia untuk pengguna yang membutuhkan jangkauan pengambilan gambar lebih jauh.
Kamera utama Xiaomi 17T Pro menggunakan sensor Light Fusion 950 berukuran 1/1.31 inci, sementara Xiaomi 17T memakai sensor Light Fusion 800 1/1.55 inci. Keduanya dilengkapi kamera ultrawide 12MP dan kamera depan 32MP untuk kebutuhan selfie maupun video call.
Xiaomi juga menghadirkan fitur Leica Live Moment yang memungkinkan pengguna merekam klip video singkat bersamaan saat mengambil foto, mirip fitur Live Photos pada iPhone.
Baterai Jumbo hingga 7.000mAh
Salah satu keunggulan paling mencolok dari Xiaomi 17T Pro adalah baterai berkapasitas 7.000mAh dengan dukungan fast charging 100W dan wireless charging 50W. Kapasitas baterai ini menjadikannya salah satu smartphone dengan daya tahan terpanjang di kelasnya saat ini.
Xiaomi 17T sendiri juga membawa baterai berkapasitas besar dengan dukungan fast charging yang memadai untuk penggunaan sehari-hari yang intensif.
HyperOS 3 dengan Fitur AI Terbaru
Kedua perangkat menjalankan HyperOS 3 dengan dukungan fitur HyperAI yang semakin lengkap. Pengguna bisa menikmati berbagai kemampuan AI seperti AI Writing, pengenalan suara, dynamic wallpaper, Circle to Search, hingga integrasi Gemini AI untuk produktivitas yang lebih baik.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Di Malaysia, Xiaomi 17T (12GB/256GB) dibanderol mulai 2.399 ringgit atau sekitar Rp10,8 juta. Varian memori tertinggi (12/512GB) mencapai 2.499 ringgit atau Rp11,3 juta. Harga ini terhitung melonjak signifikan dibanding generasi pendahulu Xiaomi 15T yang hanya Rp6,5-7,5 juta. Fluktuasi nilai tukar yang terus terjadi, termasuk pelemahan rupiah terhadap dolar AS, turut mempengaruhi strategi pricing Xiaomi di pasar Indonesia.
Peningkatan harga ini tentu sebanding dengan segudang fitur premium yang ditawarkan. Xiaomi 17T Series siap menjadi pesaing serius di segmen midrange premium ketika resmi meluncur di Indonesia pada 2 Juni 2026 mendatang. Minat konsumen terhadap gadget premium ini bisa menjadi sinyal positif bagi pergerakan pasar saham Tanah Air di sektor teknologi dan ritel.





