Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum mencatat realisasi anggaran 2026 telah mencapai Rp33,49 triliun atau 31,39% dari total pagu Rp106,71 triliun per akhir Mei 2026. Capaian ini menjadi yang terbaik dalam tiga tahun terakhir, jauh mengungguli realisasi di periode yang sama pada 2024 dan 2025.
Realisasi Anggaran PU Melesat di Atas Target Tahun Lalu
Menteri PU Dody Hanggodo memaparkan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Selasa, 2 Juni 2026. Dody menegaskan bahwa realisasi fisik pembangunan sudah mencapai 35,71%, menandakan proyek-proyek di lapangan berjalan lebih cepat dari penyerapan anggarannya. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen Kementerian PU yang sebelumnya memastikan pelemahan rupiah dan kenaikan BBM tidak mengganggu pembangunan.
“Realisasi keuangan Kementerian PU pada akhir Mei 2026 sebesar Rp33,49 triliun atau kurang lebih 31,39% dari pagu. Padahal realisasi fisik mencapai 35,71%. Angka ini menunjukkan pekerjaan lapangan telah berjalan, tetapi belum berarti pekerjaan selesai,” kata Dody.
Perbandingan dengan tahun sebelumnya menunjukkan lompatan signifikan. Pada Mei 2024, realisasi keuangan baru mencapai Rp32,69 triliun atau 22,34% dengan realisasi fisik 28,09%. Sementara pada Mei 2025, angkanya jauh lebih rendah, yakni hanya Rp15,63 triliun atau 13,99% dengan realisasi fisik 16,15%.
Proyek Prasarana Jadi Penyerap Anggaran Terbesar
Ditjen Prasarana Strategis menjadi unit kerja dengan realisasi anggaran tertinggi, mencapai Rp9,72 triliun atau 40,78% dari pagu. Pembangunan fisik di bawah naungannya sudah mencapai 49,2%. Unit ini menangani pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, stadion, hingga pasar rakyat.
Sementara itu, Ditjen Bina Marga yang menangani jalan tol dan jalan nasional juga menunjukkan kinerja solid dengan realisasi anggaran Rp14,41 triliun atau 34,26% dan realisasi fisik 39,07%. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi konektivitas transportasi, termasuk percepatan proyek Tol Serpong-Parung yang mempersingkat perjalanan BSD ke Bogor. Ditjen Sumber Daya Air mencatat realisasi Rp7,08 triliun atau 24,4% dengan realisasi fisik 26,16%.
Sekolah Rakyat Jadi Prioritas, Progres Capai 67,5%
Salah satu program unggulan yang tengah digenjot adalah pembangunan Sekolah Rakyat. Dari pagu anggaran Rp19,95 triliun, realisasi keuangan sudah mencapai 44,33% dengan progres fisik 67,5%. Targetnya, 53 unit Sekolah Rakyat harus selesai pada Juni 2026.
Selain Sekolah Rakyat, Kementerian PU juga menjalankan sejumlah Instruksi Presiden (Inpres) 2026. Penanganan irigasi daerah mencatat realisasi fisik 82,73% dari target 19.760 hektare. Revitalisasi madrasah mencapai progres 41,88% dari target 856 unit dengan realisasi anggaran Rp2,48 triliun. Penanganan jalan daerah sudah mencapai 75,1% dari target 408,71 km pembangunan jalan dan 375,88 meter pembangunan jembatan.
Di sektor perumahan, upaya perbaikan kualitas hunian terus berjalan. Kementerian PUPR sebelumnya telah menyiapkan renovasi 2.000 rumah kumuh di Jakarta sepanjang 2026 sebagai bagian dari program penataan kota.
Fokus Bukan Hanya Penyerapan, Tapi Juga Mutu
Dody menegaskan bahwa Kementerian PU tidak sekadar mengejar angka penyerapan anggaran. Mutu, waktu, dan sasaran menjadi tiga pilar utama yang diawal ketat dalam setiap proyek pembangunan.
“Walaupun pada Mei 2026, realisasi keuangan mencapai 31,39% dengan realisasi fisik 35,71%, tetapi fokus kami bukan hanya mengejar penyerapan, kami juga memastikan realisasi belanja tepat mutu, tepat waktu, tepat sasaran sesuai kontrak dan tertib dalam pertanggung jawabannya,” jelas Dody.
Capaian ini memberikan sinyal positif bagi sektor infrastruktur nasional. Dengan realisasi yang lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, berbagai proyek strategis berpotensi selesai lebih awal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung pertumbuhan kawasan perumahan dan pemukiman di berbagai daerah.













