Jakarta — Hampir 40 persen keluarga kaya di Asia belum memiliki rencana pewaris, meskipun melestarikan kekayaan antargenerasi menjadi prioritas utama. Temuan ini mengungkap celah kritis antara kesadaran dan kesiapan finansial di tengah gelombang transfer kekayaan terbesar dalam sejarah.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Survei Lombard Odier Ungkap Kesiapan Keluarga Kaya Asia
Bank swasta Swiss, Lombard Odier, melakukan survei terhadap lebih dari 390 individu di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki aset investable bersih minimal US$1 juta atau setara Rp17,9 miliar. Hasilnya mencengangkan: 39,4 persen responden mengaku sama sekali belum menyiapkan rencana pewaris.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Sementara itu, hanya 26,9 persen keluarga kaya yang menyatakan memiliki perencanaan pewaris yang benar-benar lengkap. Angka ini kontras tajam dengan data bahwa 64,2 persen responden menganggap pelestarian kekayaan dari generasi ke generasi sebagai prioritas utama saat mempertimbangkan transfer aset.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Kesenjangan Antara Niat dan Tindakan
Temuan survei ini memperlihatkan kesenjangan signifikan antara niat dan implementasi di kalangan keluarga kaya Asia. Banyak di antaranya masih belum siap meskipun kesadaran akan risiko pewaris semakin meningkat. Situasi ini kian mendesak seiring gelombang transfer kekayaan antargenerasi yang terjadi secara masif di seluruh kawasan Asia.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Kepala Investasi Asia di Lombard Odier, John Woods, memperingatkan banyak keluarga berisiko menyia-nyiakan kekayaan tanpa kerangka tata kelola dan perencanaan yang lebih kuat. “Kekhawatiran seputar kontradiksi ini sangat mengkhawatirkan bagi saya,” kata Woods dalam sesi diskusi peluncuran laporan tersebut.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
“Jika (mayoritas) klien yang kami survei belum benar-benar memikirkan perencanaan kekayaan secara serius, mereka tidak akan mampu mempertahankan kekayaan mereka dalam waktu lama,” tambahnya.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Budaya Tabu Jadi Penghalang Utama
Persiapan pewaris yang lemah paling menonjol di Jepang, Filipina, Malaysia, dan Hong Kong. Sekitar setengah dari responden di pasar-pasar tersebut menyatakan tidak memiliki rencana pewaris atau merasa perencanaan semacam itu tidak relevan bagi mereka.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Kepala Perencanaan Kekayaan Lombard Odier untuk Asia, Louisa Loo, mengatakan banyak keluarga kaya terus menunda pembahasan pewaris karena sensitivitas budaya dan kurangnya rasa urgensi. Komunikasi tetap menjadi hambatan utama, terutama karena pembicaraan seputar warisan dan transfer kekayaan masih dianggap tabu di banyak budaya Asia.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Hampir 29 persen responden mengidentifikasi kurangnya komunikasi terbuka sebagai tantangan tata kelola utama. Lebih dari seperempat responden dari generasi Baby Boomers mengatakan keluarga mereka belum membahas tujuan bersama yang jelas terkait kekayaan.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
“Ketika sesuatu yang tak terduga terjadi, yang seringkali memang terjadi, banyak keluarga akan sama sekali tidak siap,” ujar Loo.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Peringatan untuk Keluarga Kaya Indonesia
Baca juga: Prabowo Resmi Setujui Paket Stimulus Ekonomi Rp7,8 Triliun untuk Kuartal II 2026
Bagi keluarga kaya Indonesia, temuan survei ini menjadi peringatan penting. Dengan jumlah pengusaha generasi pertama yang bersiap menyerahkan bisnis kepada anak-anak mereka, kesiapan pewaris menjadi krusial. Tanpa kerangka tata kelola yang jelas, kekayaan yang dibangun puluhan tahun berisiko lenyap dalam satu generasi saja.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026
Baca juga: 5,23 Juta ASN Belum Punya Rumah, BTN Luncurkan KPR Tenor 30 Tahun
Para ahli menyarankan keluarga kaya untuk segera memulai pembicaraan terkait perencanaan kekayaan, melibatkan generasi muda dalam diskusi tata kelola, dan menyusun rencana pewaris yang komprehensif sebelum terlambat.
Baca juga: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri? Ini Perbandingan Biaya dan Risikonya di 2026











