Today

BSI Salurkan Rp747 Miliar Kredit Program Perumahan, Capai 60 Persen Kuota Pemerintah

Budi Hartono

BSI salurkan kredit program perumahan Rp747 miliar untuk mendukung program 3 juta rumah pemerintah

Jakarta — Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat capaian signifikan dalam penyaluran pembiayaan perumahan berbasis syariah. Hingga April 2026, bank pelat merah ini telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp747 miliar kepada 2.190 nasabah. Angka itu mencakup sekitar 60 persen dari kuota pemerintah sebesar Rp1,25 triliun.

Pencapaian ini diumumkan dalam acara “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5). Hadir dalam kesempatan itu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

BSI Salurkan Rp819 Miliar Sejak Peluncuran KPP

Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, BSI telah menyalurkan total pembiayaan KPP sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah. Dari jumlah tersebut, realisasi di sepanjang 2026 hingga April mencapai Rp747 miliar untuk 2.190 nasabah. Capaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembiayaan perumahan dengan skema cicilan ringan yang ditawarkan berbagai lembaga keuangan.

Pembiayaan ini terbagi menjadi dua segmen: sisi demand sebesar Rp740 miliar dan sisi supply sebesar Rp7 miliar. Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam membantu masyarakat memperoleh hunian pendukung usaha yang layak.

“BSI mendukung penuh inisiatif pemerintah dalam menghadirkan pembiayaan perumahan yang inklusif, terjangkau, dan berbasis syariah. Program ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Bob.

Margin Terjangkau untuk UMKM Bahan Bangunan

Pembiayaan KPP yang diberikan kepada pelaku UMKM menawarkan margin setara 6 persen efektif per tahun. Dengan proses yang mudah dan aksesibel, pelaku usaha dapat memperoleh akses modal kerja maupun investasi pembangunan dan pembelian rumah pendukung usaha.

Di wilayah Nusa Tenggara Barat, penyaluran pembiayaan KPP BSI mencapai Rp44 miliar kepada 110 nasabah atau sekitar 5,9 persen dari total penyaluran KPP BSI secara nasional. Sebelum mengajukan pembiayaan, masyarakat disarankan untuk memeriksa catatan kredit melalui SLIK guna memastikan kelayakan pengajuan.

Menteri Maruarar Apresiasi Kinerja BSI

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, turut mengapresiasi kinerja pembiayaan KPP BSI. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti nyata dukungan sektor perbankan syariah terhadap akses hunian yang lebih mudah.

“BSI menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung program 3 Juta Rumah. Penyaluran pembiayaan KPP yang terus meningkat dan bahkan mencetak rekor menjadi bukti nyata dukungan sektor perbankan syariah terhadap akses hunian yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kebaikan rakyat,” ujar Maruarar.

Dukungan BSI untuk Program Strategis Pemerintah

Selain program KPP, BSI juga aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah lainnya. Sampai April 2026, BSI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,78 triliun kepada 25.785 nasabah. Kiprah BSI ini selaras dengan upaya BTN yang telah menyalurkan 6 juta KPR subsidi dengan strategi digitalisasi yang agresif.

BSI juga mendukung pembangunan dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp198 miliar untuk 211 titik, serta menyalurkan FLPP untuk Program 3 Juta Rumah sebanyak 1.201 unit rumah di sepanjang Januari-April 2026.

Secara korporasi, BSI mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid. Hingga kuartal I 2026, aset BSI mencapai Rp460 triliun atau tumbuh 14,78 persen secara tahunan, dengan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen year-on-year. Pencapaian ini menempatkan BSI dalam jajaran lima besar bank nasional berdasarkan aset dan profitabilitas.

“BSI berharap program pembiayaan perumahan ini dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Bob.

Related Post

Leave a Comment