Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp747 miliar kepada 2.190 nasabah sepanjang Januari-April 2026. Capaian ini menempuh sekitar 60 persen dari kuota pemerintah senilai Rp1,25 triliun untuk pembiayaan perumahan berbasis syariah.
BSI Genjot Pembiayaan Syariah untuk Program 3 Juta Rumah
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyebut pembiayaan KPP menjadi langkah strategis dalam membantu masyarakat memperoleh hunian pendukung usaha yang layak. Program ini juga menggerakkan sektor ekonomi produktif mulai dari pengembang, kontraktor, hingga UMKM bahan bangunan.
“BSI mendukung penuh inisiatif pemerintah dalam menghadirkan pembiayaan perumahan yang inklusif, terjangkau, dan berbasis syariah. Program ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Bob dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Dari total Rp747 miliar yang tersalurkan, komposisi terbesar jatuh pada sisi demand sebesar Rp740 miliar. Sementara sisi supply berkontribusi Rp7 miliar. Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, kumulatif penyaluran KPP BSI mencapai Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah.
Margin Terjangkau untuk Pelaku UMKM
Pembiayaan KPP yang diberikan kepada pelaku UMKM menawarkan margin setara 6 persen efektif per tahun. Angka ini dinilai kompetitif untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses modal kerja maupun investasi pembangunan dan pembelian rumah pendukung usaha.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi kinerja pembiayaan KPP BSI. Ia menilai penyaluran yang terus meningkat menjadi bukti nyata dukungan sektor perbankan syariah terhadap akses hunian yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
“BSI menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung program 3 Juta Rumah. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kebaikan rakyat,” ujar Maruarar.
Distribusi Regional dan Dukungan Lainnya
Di wilayah Nusa Tenggara Barat, penyaluran KPP BSI mencapai Rp44 miliar kepada 110 nasabah atau sekitar 5,9 persen dari total nasional. Angka ini menunjukkan distribusi pembiayaan yang belum merata ke berbagai daerah.
Selain KPP, BSI juga menyalurkan FLPP untuk Program 3 Juta Rumah sebanyak 1.201 unit rumah sepanjang Januari-April 2026. Bank pelat merah ini juga menyalurkan KUR sebesar Rp3,78 triliun kepada 25.785 nasabah dan mendukung pembangunan dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis senilai Rp198 miliar untuk 211 titik.
Secara korporasi, BSI mencatat aset Rp460 triliun per kuartal I 2026 dengan laba bersih Rp2,2 triliun, masing-masing tumbuh 14,78 persen dan 17,1 persen secara tahunan. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp329 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp376,8 triliun.
Pencapaian ini menempatkan BSI dalam jajaran lima besar bank nasional berdasarkan aset dan profitabilitas. Pembiayaan perumahan berbasis syariah diproyeksikan terus menggeliat seiring percepatan program 3 Juta Rumah pemerintah.











