Friday, 29 May 2026

Rupiah Catat Rekor Terlemah Baru, Dolar AS Tembus Rp17.865

Rupiah melemah terhadap dolar AS di money changer Jakarta

Jakarta — Rupiah mencatat rekor terlemah baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Mata uang Garuda terparkir di level Rp17.865 per dolar AS, melemah 0,51% dari hari sebelumnya.

Pelemahan ini menandai tren koreksi rupiah dalam lima hari perdagangan beruntun. Sepanjang sesi perdagangan, rupiah bergerak di rentang Rp17.800 hingga Rp17.885 per dolar AS. Posisi tersebut membuat rupiah semakin mendekati level psikologis berikutnya di Rp17.900 per dolar AS.

Indeks Dolar AS Masih Perkasa

Indeks dolar AS (DXY) terpantau mengalami penguatan tipis 0,05% di level 99,066 pada pukul 15.00 WIB. Penguatan indeks dolar ini memberikan tekanan tambahan bagi rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya.

Dari sisi eksternal, pergerakan dolar AS di pasar global masih menjadi perhatian utama pasar. Kondisi ini berbeda dengan situasi pasar saham yang sempat menguat, seperti IHSG yang melesat 0,83% ke 6.180 dengan dominasi penguatan sektor infrastruktur. Dolar AS bergerak cukup hati-hati pada perdagangan Jumat ini, seiring meredanya permintaan terhadap aset aman setelah muncul kembali optimisme terkait potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Rupiah Dalam Fase Overshooting

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai rupiah saat ini berada dalam fase overshooting. Kondisi ini terjadi ketika pelemahan mata uang bergerak lebih dalam dibandingkan yang dijustifikasi oleh fundamental jangka panjang Indonesia.

“Pasar keuangan tidak hanya membaca data hari ini. Pasar membaca arah kebijakan, kredibilitas respons, dan kemampuan negara menjaga stabilitas di tengah perubahan global yang sangat cepat,” ujar Fakhrul kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/5/2026).

Fakhrul menjelaskan, dalam kondisi normal, ketika harga energi global naik, tekanan biasanya muncul di beberapa sisi sekaligus. Mulai dari inflasi, fiskal, harga domestik, hingga nilai tukar. Namun, ketika penyesuaian domestik dilakukan sangat hati-hati demi menjaga stabilitas sosial dan daya beli, beban tekanan akhirnya lebih banyak berpindah ke rupiah.

BI Batasi Pembelian Dolar AS

Guna menahan laju pelemahan rupiah, Bank Indonesia (BI) mengumumkan pembatasan pembelian dolar AS. Mulai Juni 2026, pembelian dolar AS dibatasi hingga US$25.000 per transaksi. Langkah ini diharapkan dapat menekan permintaan dolar di pasar domestik.

Kondisi rupiah saat ini menjadi cerminan dari berbagai tekanan yang seharusnya tersebar ke banyak sektor ekonomi lain. Kombinasi tekanan global dan arah kebijakan domestik membuat rupiah menjadi titik penyesuaian utama dalam perekonomian Indonesia.

Pekan depan akan menjadi penentu bagi pergerakan rupiah. Jika level Rp17.900 per dolar AS tembus, tekanan jual diprediksi akan semakin besar. Namun, langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintah dan BI bisa menjadi penyeimbang di tengah gejolak pasar valuta asing global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *