Jakarta — Sebanyak 5,23 juta aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia belum memiliki rumah sendiri. Angka ini jauh lebih besar dari 1,47 juta ASN yang sudah mengantongi hunian pribadi. KORPRI kini menggandeng Bank BTN untuk memberikan solusi pembiayaan KPR jangka panjang bagi para abdi negara.
Ketua Umum KORPRI sekaligus Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa program “Perumahan ASN” dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian yang layak bagi PNS maupun PPPK di seluruh Indonesia.
KPR 30 Tahun untuk ASN, Skema Baru BTN
Program ini menghadirkan skema pembiayaan KPR dengan tenor hingga 30 tahun, termasuk untuk hunian non-subsidi. BTN siap menyiapkan skema fleksibel yang bisa disesuaikan dengan penghasilan ASN di berbagai daerah.
Direktur Utama BTN, Nixon L. P. Napitupulu, menyatakan bahwa ASN merupakan segmen strategis dalam pembiayaan perumahan nasional. “Kami ingin memberikan kepastian hunian bagi ASN melalui kebijakan pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau,” ujar Nixon.
Program ini juga mendukung target pembangunan 3 juta rumah bagi ASN yang menjadi bagian dari agenda besar pemerintah di sektor perumahan nasional.
Mengapa ASN Butuh Program Khusus?
Zudan menjelaskan bahwa kesejahteraan ASN tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pegawai, tetapi juga berpengaruh terhadap integritas dan kualitas pelayanan publik. Ketika ASN memiliki hunian yang layak, mereka bisa bekerja secara optimal tanpa dibebani masalah tempat tinggal.
“ASN harus tenang memiliki hunian agar dapat bekerja secara optimal dan fokus melayani masyarakat. Karena itu KORPRI hadir untuk menjembatani kebutuhan ASN melalui program yang konkret dan berkelanjutan,” kata Zudan.
Dari total sekitar 6,7 juta ASN saat ini, baru 22 persen yang memiliki rumah sendiri. Sisanya 78 persen atau 5,23 juta ASN masih belum punya hunian tetap. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan perbankan nasional.
Bagi ASN yang tertarik mengikuti program ini, bisa langsung menghubungi BTN atau kantor KORPRI di daerah masing-masing untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan skema pembiayaan yang tersedia.
Selain BTN yang sudah menyalurkan 6 juta KPR ke MBR, upaya keras juga dilakukan melalui KPR Subsidi Tenor 40 Tahun yang sedang dibahas Menteri Ara. Program serupa juga mendapat dukungan dari BTN Lelang Akbar yang menjual 10.000 hunian second dengan harga miring.










