Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengumumkan perluasan Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 15 kota di Indonesia. Program inovatif ini memungkinkan debitur KPR membayar cicilan rumah menggunakan sampah anorganik yang dikonversi menjadi nilai ekonomi langsung masuk ke rekening bank.
Kerja sama terbaru BTN dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus menjadi momentum penting bagi industri perbankan hijau di Tanah Air. Bank pelat merah ini membuktikan bahwa sektor pembiayaan perumahan bisa berjalan beriringan dengan aksi nyata pengurangan emisi karbon dari tingkat rumah tangga. Sebelumnya BTN juga telah menggelar aksi nyata melalui lelang akbar 10.000 rumah second dengan potongan harga hingga 40 persen.
Sampah Rumah Tangga Jadi Mesin Pembayar Cicilan
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan bahwa BTN memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Ia menyampaikan keyakinan bahwa upaya pengurangan emisi dapat dimulai dari rumah melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal.
“BTN percaya pengurangan emisi bisa dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal, kami ingin masyarakat merasakan bahwa setor sampah di BTN menjadi lebih cuan sekaligus ikut menjaga lingkungan,” ujar Setiyo dalam kunjungan ke Bank Sampah Muria Berseri Kudus, Rabu, 3 Juni 2026.
Masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah anorganik mulai dari plastik, kardus, aluminium, besi, hingga kaca. Seluruh sampah yang terkumpul akan dikonversi menjadi saldo ekonomi yang otomatis terpotong dari tagihan angsuran KPR mereka.
46,3 Persen Sampah Nasional Berasal dari Rumah Tangga
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan rumah tangga berkontribusi sekitar 46,3 persen terhadap produksi sampah nasional atau setara 34,1 juta ton per tahun. Namun baru 31,3 persen atau sekitar 10,7 juta ton sampah yang berhasil dikelola dengan baik.
Kondisi ini menjadikan program pengelolaan sampah berbasis perumahan sebagai solusi strategis. BTN melalui program ini mengajak penghuni perumahan aktif mengelola limbah rumah tangga sekaligus meringankan beban cicilan hunian mereka. Di saat bersamaan, program KPR tenor 40 tahun juga sedang digencarkan untuk menurunkan beban cicilan rumah subsidi.
Target Perluasan ke 8 Provinsi dan 15 Kota
Hingga Maret 2026, Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu telah mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah dari 21 klaster perumahan. Angka ini belum termasuk ekspansi yang rencananya akan menjangkau 8 provinsi dan 15 kota di seluruh Indonesia.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita menambahkan program ini memperkuat kedekatan BTN dengan masyarakat melalui layanan yang hadir dalam aktivitas sehari-hari. BTN ingin menjadi mitra hunian yang hadir bukan hanya saat transaksi pembelian rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang menguntungkan secara ekonomi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
“BTN ingin hadir tidak hanya saat masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutur Hermita.
Langkah BTN ini menambah daftar inisiatif perbankan nasional yang menggabungkan aspek pembiayaan properti dengan kepedulian lingkungan. Di tengah tekanan harga material bangunan yang terus naik, program seperti ini memberikan alternatif solusi bagi debitur rumah subsidi untuk mengurangi beban cicilan. Sementara itu, 5,23 juta ASN yang belum memiliki rumah juga bisa memanfaatkan berbagai skema pembiayaan BTN untuk mewujudkan hunian impian.












