Friday, 29 May 2026

BTN Banting Harga 10.000 Rumah Second, Diskon Hingga 40% di Lelang Akbar 2026

Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi meluncurkan Lelang Akbar BTN 2026 pada Senin (25/5/2026), menawarkan 10.000 unit hunian second dengan potongan harga hingga 40% di bawah harga pasar. Program ambisius ini menjadi langkah besar BTN mendukung Program 3 Juta Rumah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian terjangkau di tengah melonjaknya harga properti baru.

Harga Kompetitif Jadi Andalan BTN

SEVP Assets Management BTN Benjamen Sihombing menjelaskan tren rumah second dan aset lelang kini semakin diminati masyarakat. Alasannya sederhana — harga lebih terjangkau, lokasi sudah berkembang, dan fasilitas di sekitarnya lengkap.

“Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses masyarakat di Indonesia,” ujar Benjamen dalam acara peluncuran di Jakarta.

Puluhan ribu hunian second yang ditawarkan mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, hingga aset komersial lainnya. Lokasinya tersebar dari Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga luar Pulau Jawa. Sebagian besar aset berada di kawasan yang sudah memiliki akses infrastruktur dan fasilitas publik yang terbentuk.

KPR Bunga Single Digit untuk Beli Rumah Lelang

BTN tidak hanya menjual rumah lelang semata. Bank pelat merah ini juga menghadirkan produk KPR BTN Maju dengan bunga mulai 5% fixed 5 tahun, uang muka mulai 1%, dan tenor hingga 30 tahun. Skema pembiayaan ini dirancang agar masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah bisa ikut memiliki hunian melalui jalur lelang.

Platform yang digunakan adalah Bale Lelang BTN melalui Balelelang.btn.co.id atau aplikasi mobile Bale by BTN. Di sini, masyarakat bisa menjelajahi katalog aset, proses transaksi, hingga mendapatkan dukungan pembiayaan KPR secara daring.

Target Keberhasilan Lelang 35%

Benjamen menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar 35% sepanjang 2026. Capaian ini ambisius mengingat BTN sebelumnya berhasil mencatatkan performa laku lelang tertinggi di antara bank Himbara pada 2025 dengan realisasi mencapai 34,4%.

“Kami melihat rumah second kini tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga solusi kepemilikan hunian bagi masyarakat di tengah kenaikan harga rumah baru,” kata Benjamen.

Properti Expert Sebut Lelang Ini Bisa Picu Booming

Property Expert Panangian Simanungkalit menilai masuknya hunian lelang ke pasar melalui Lelang Akbar BTN 2026 berpotensi menjadi pendorong booming properti dalam beberapa tahun ke depan.

“Jangan terlewat kesempatan ini apalagi proses lelang kini semakin mudah. Pasar hunian second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun,” ujar Panangian.

Ia menambahkan secondary market dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional. Dengan harga kompetitif, lokasi strategis, infrastruktur yang sudah terbentuk, serta dukungan KPR bunga single digit, hunian second menjadi opsi menarik bagi masyarakat untuk memiliki rumah maupun berinvestasi properti.

Kemenkeu Dukung Lelang sebagai Instrumen Ekonomi

Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Syukriah HG mengatakan penyelenggaraan Lelang Akbar BTN 2026 ini sejalan dengan peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa lelang merupakan instrumen ekonomi yang adaptif, transparan, dan relevan dalam mendukung perekonomian nasional.

“Kami meyakini sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menentukan kesuksesan Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional,” ujar Syukriah.

Dengan langkah ini, BTN memposisikan diri sebagai penggerak utama ekosistem properti second nasional — sekaligus menjawab tantangan backlog perumahan yang terus membengkak di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *