306 Proyek Properti Rp34,5 Triliun Terancam Mangkrak, Perizinan Jadi Biang Keladi
Jun. 5, 2026
Ratusan proyek perumahan senilai Rp34,5 triliun terancam mangkrak akibat perizinan yang berbelit. REI catat 306 proyek dari 16 DPD tak bisa bergerak.
Today
Jun. 5, 2026
Ratusan proyek perumahan senilai Rp34,5 triliun terancam mangkrak akibat perizinan yang berbelit. REI catat 306 proyek dari 16 DPD tak bisa bergerak.
Jun. 5, 2026
Indonesia menempati peringkat keenam negara dengan harga hunian paling tidak terjangkau di dunia menurut data The Economist. Banyak generasi milenial terpaksa menunda impian memiliki rumah karena harga properti terus melambung.
Jun. 5, 2026
Pemerintah pastikan konstruksi rusun subsidi Meikarta berjalan sesuai jadwal. CEO Lippo James Riady klaim proyek berpotensi sumbang 0,4-0,8% terhadap GDP nasional.
Jun. 5, 2026
BTN berkolaborasi dengan Pinhome untuk menghadirkan ekosistem KPR digital yang memungkinkan pencari rumah menemukan hunian sekaligus mengajukan pembiayaan dalam satu platform.
Jun. 5, 2026
Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial di pasar primer turun 25,67 persen year on year pada kuartal I 2026, sementara indeks harga properti hanya tumbuh 0,62 persen.
Jun. 5, 2026
Kenaikan BI Rate 50 bps menjadi 5,25% memicu kekhawatiran nasabah KPR. Para ekonom menegaskan transmisi ke bunga KPR butuh waktu 3-6 bulan, tidak instan.
Jun. 5, 2026
Penjualan rumah menengah di Banten dan Tangerang Raya anjlok hingga 30% di awal 2026. Data BI mencatat penjualan properti pasar primer turun 25,67% YoY, konsumen turun kelas ke hunian lebih murah.
Jun. 5, 2026
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai berdampak ke sektor perumahan. Analisis pengembang menunjukkan rumah subsidi paling rentan, sementara segmen mewah relatif tangguh.
Jun. 5, 2026
Laporan terbaru The Economist menempatkan Indonesia di urutan keenam sebagai negara dengan harga rumah paling tidak terjangkau di dunia, di bawah Filipina, Sri Lanka, Thailand, India, dan Korea Selatan.
Jun. 5, 2026
Data Rumah123 awal 2026 menunjukkan Tangerang mencatat pangsa pencarian hunian 14,8%, menggeser Jakarta Selatan di level 12,4%.