Jakarta — Mega proyek hunian bersubsidi terbesar di Indonesia mulai menunjukkan wujud nyata. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, berjalan sesuai jadwal. Pembukaan penjualan unit rencananya sudah dimulai September 2026 mendatang.
Kunjungan langsung Menteri Ara — sapaan akrab Maruarar — ke lokasi proyek pada Selasa (26/5/2026) memperlihatkan progres pembangunan yang sudah memasuki tahap pengecoran pondasi. Dari total 8.600 tiang pondasi yang dibutuhkan, sebanyak 1.836 di antaranya sudah terpasang. Pemasangan struktur vertikal direncanakan mulai Juni 2026, sementara serah terima kunci kepada pembeli ditargetkan September 2026.
141.000 Unit Hunian di Atas Lahan 30 Hektare
Sekilas, angka tersebut mungkin terdengar ambisius. Namun Menteri Ara memastikan bahwa total unit yang dipersiapkan di kawasan Meikarta mencapai 141.000 unit rumah susun, setara dengan 54 tower. Seluruh proyek akan berdiri di atas lahan seluas 30 hektare yang terbagi dalam tiga lokasi berbeda.
“Total dipersiapkan, saya baru laporan langsung sama Presiden, totalnya 141.000 unit. Ini tentu secara bertahap,” ujar Menteri Ara saat berada di lokasi proyek.
Besarnya volume hunian ini menjadikan Meikarta sebagai salah satu proyek perumahan bersubsidi terbesar yang pernah digarap pemerintah bersama pengembang swasta. Target penyelesaian seluruh pembangunan sendiri masih ditetapkan pada Agustus 2028.
Syarat Ambil Unit Rusun Subsidi Meikarta
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tertarik memiliki unit di rusun Meikarta, Menteri Ara mengonfirmasi bahwa persyaratan pengajuannya mengikuti ketentuan rusun subsidi pada umumnya. Calon pembeli bisa menggunakan skema KPR FLPP dari pemerintah.
Syarat yang harus dipenuhi antara lain: Warga Negara Indonesia dengan KTP yang masih berlaku, belum memiliki rumah atau properti pribadi, serta belum pernah menerima subsidi pemerintah melalui program KPR atau perumahan lainnya.
Selain itu, calon pembeli harus berstatus karyawan dengan masa kerja minimal satu tahun atau wiraswasta dengan usaha yang sudah berjalan minimal dua tahun. Penghasilan maksimal yang diperbolehkan adalah Rp14 juta per bulan untuk yang sudah menikah.
Harga Belum Ditentukan, Menunggu Pembangunan Vertikal
Salah satu informasi yang paling ditunggu calon pembeli adalah soal harga. Menteri Ara mengakui bahwa besaran harga unit masih belum dapat dipastikan karena pembangunan struktur vertikal baru akan dimulai Juni 2026 mendatang.
Ketidakpastian harga ini wajar mengingat proyek masih dalam tahap awal konstruksi. Namun dengan skema KPR FLPP yang berlaku, harga jual rusun subsidi Meikarta diproyeksikan tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai batas harga FLPP yang ditetapkan pemerintah.
Signifikansi Proyek bagi Pasar Properti Nasional
Keberadaan 141.000 unit hunian bersubsidi ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pasar properti nasional. Dengan daya serap yang besar, proyek ini diharapkan mampu membantu menekan backlog perumahan yang terus membengkak, terutama di kawasan Jabodetabek.
Bagi Anda yang berencana memiliki hunian sendiri dengan cicilan ringan, rusun Meikarta bisa menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan. Pastikan untuk memantau perkembangan terbaru mengenai harga dan jadwal pendaftaran dari Kementerian PKP. Kabar terbaru juga menunjukkan bahwa BRI mendominasi pasar KPR subsidi 2026 dengan penyaluran mencapai Rp9,2 triliun.











