Jakarta — Megaproyek hunian vertikal terbesar di Indonesia mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Proyek rusun subsidi Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, kini memasuki tahap test pile setelah land clearing dan groundbreaking dilakukan pada awal 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target.
“Saat ini progres pembangunan masih sesuai rencana dan sudah masuk pada tahapan test pile. Dari total 8.600 pile, saat ini sudah terpasang sebanyak 1.836 pile,” ujar Maruarar Sirait di lokasi proyek, Minggu (31/5/2026).
141.000 Hunian untuk Pekerja Industri
Proyek ambisius ini rencananya akan menyediakan total sekitar 141.000 hunian dari tiga lokasi lahan yang telah disiapkan. Lahan seluas 30 hektare merupakan hibah dari Lippo Group untuk pembangunan rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Posisi Kementerian PKP adalah sebagai regulator, sementara pembiayaan dan pembangunan dilakukan melalui Danantara.
“Ini merupakan salah satu proyek hunian vertikal terbesar yang diharapkan dapat membantu masyarakat pekerja memiliki rumah layak di dekat pusat ekonomi dan industri,” tambahnya.
James Riady Optimistis, Proyek Bisa Dorong GDP
CEO Lippo Group James Riady menyampaikan antusiasmenya terhadap proyek ini. “Kami sangat menantikan masyarakat yang nantinya akan menghuni rusun subsidi ini. Target kami pembangunan selesai pada Agustus 2028 dan setelah itu akan dilakukan serah terima,” ujarnya.
James Riady juga menjelaskan bahwa kawasan sekitar Meikarta merupakan salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara. “Kawasan sekitar Meikarta ini merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Sekitar 50 persen industri di Indonesia berada di sekitar sini dengan ribuan pabrik,” jelasnya.
Bahkan, proyek ini ditargetkan bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Menurut perhitungan kami, proyek di Meikarta ini bisa menyumbangkan sekitar 0,4 hingga 0,8 persen terhadap GDP sehingga dampaknya sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar James Riady.
Solusi Hunian Dekat Pusat Industri
Pembangunan rusun subsidi menjadi solusi penting bagi para pekerja di kawasan industri tersebut. Konsep hunian vertikal seperti ini juga sejalan dengan visi pemerintah yang disampaikan Wamen PKP Fahri Hamzah tentang peralihan ke hunian vertikal. “Kita ingin para pekerja pabrik memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerjanya sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik dan mobilitasnya lebih efisien,” tambah James Riady.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan perumahan di Kabupaten Bekasi. “Kami mendukung penuh pembangunan hunian bagi masyarakat, termasuk rusun subsidi, karena kebutuhan rumah di Kabupaten Bekasi terus meningkat,” ujarnya.
Ia juga memastikan proses perizinan pembangunan rusun subsidi berjalan lancar. “Saat ini proses perizinan sudah masuk di Dinas Cipta Karya dan seluruh persyaratan sudah terpenuhi 100 persen. Secepatnya akan kami keluarkan surat perizinannya agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat,” tegas Asep Surya Atmaja.
Timeline Pembangunan
Pembangunan rusun subsidi Meikarta mengikuti timeline yang telah ditetapkan. Land clearing dimulai pada Februari 2026, kemudian groundbreaking pada Maret 2026, dilanjutkan pembangunan struktur ke atas pada Agustus 2026, dan ditargetkan selesai pada Agustus 2028.
Dengan total 141.000 hunian yang akan dibangun, proyek ini menjadi bagian integral dari Program 3 Juta Rumah pemerintah. Skema KPR 40 tahun dengan cicilan mulai Rp700 ribuan per bulan menjadi daya tarik tambahan bagi MBR. Lokasi strategis di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara menjadikan rusun subsidi Meikarta sebagai solusi nyata bagi jutaan pekerja yang selama ini kesulitan memiliki hunian layak di dekat tempat kerja mereka.











