Jakarta — Pemerintah mengebut pembangunan rusun subsidi Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan progres konstruksi berjalan sesuai target dengan pemasangan 1.836 pile dari total 8.600 yang dibutuhkan.
Proyek hunian vertikal terbesar di Indonesia ini rencananya akan menyediakan 141.000 unit rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Lahan seluas 30 hektare di tiga lokasi merupakan hibah dari Lippo Group untuk pembangunan.
Progres Konstruksi Meikarta Masuk Tahap Test Pile
Maruarar Sirait menjelaskan pembangunan sudah memasuki tahap test pile atau uji coba penumpukan pondasi. Dari total 8.600 pile yang harus dipasang, saat ini sudah terpasang sebanyak 1.836 unit atau sekitar 21 persen.
“Saat ini progres pembangunan masih sesuai rencana dan sudah masuk pada tahapan test pile. Dari total 8.600 pile, saat ini sudah terpasang sebanyak 1.836 pile,” kata Maruarar di lokasi, Minggu (31/5/2026).
Kementerian PKP berperan sebagai regulator dalam proyek ini. Pembiayaan dan pelaksanaan konstruksi dilakukan melalui Danantara, sementara tanah disediakan oleh Lippo Group.
Target Selesai Agustus 2028, Dampak GDP Hingga 0,8 Persen
Timeline pembangunan sudah ditetapkan secara detail. Land clearing dimulai pada Februari 2026, ground breaking pada Maret 2026, dan pembangunan struktur ke atas dijadwalkan mulai Agustus 2026.
Seluruh proyek ditargetkan selesai pada Agustus 2028. Setelah itu, proses serah terima kepada masyarakat akan segera dilakukan.
CEO Lippo Group James Riady menyampaikan antusiasme terhadap proyek ini. “Kami sangat menantikan masyarakat yang nantinya akan menghuni rusun subsidi ini. Target kami pembangunan selesai pada Agustus 2028 dan setelah itu akan dilakukan serah terima,” ujarnya.
James Riady juga menyoroti potensi ekonomi besar dari proyek ini. Kawasan sekitar Meikarta merupakan salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara dengan ribuan pabrik yang beroperasi.
“Menurut perhitungan kami, proyek di Meikarta ini bisa menyumbangkan sekitar 0,4 hingga 0,8 persen terhadap GDP sehingga dampaknya sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelas James Riady.
Pekerja Pabrik Bakal Dapat Hunian Dekat Tempat Kerja
Pembangunan rusun subsidi ini menjadi solusi bagi para pekerja di kawasan industri sekitar Meikarta. James Riady menjelaskan para pekerja pabrik membutuhkan hunian dekat dengan tempat kerja untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Kita ingin para pekerja pabrik memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerjanya sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik dan mobilitasnya lebih efisien,” tambahnya.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah pusat. “Kami mendukung penuh pembangunan hunian bagi masyarakat, termasuk rusun subsidi, karena kebutuhan rumah di Kabupaten Bekasi terus meningkat,” ujarnya.
Proses perizinan pembangunan juga sudah berjalan lancar. Asep memastikan seluruh persyaratan sudah terpenuhi 100 persen di Dinas Cipta Karya dan surat perizinan akan segera diterbitkan.
Dengan 141.000 unit hunian yang akan tersedia, proyek Meikarta menjadi salah satu jawaban atas backlog perumahan nasional yang masih tinggi. Kawasan industri terpadu ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta bisa menghasilkan solusi hunian yang berdampak luas bagi masyarakat pekerja. Konsep hunian vertikal seperti ini menjadi tren baru dalam menjawab keterbatasan lahan di kawasan padat industri.











