Sunday, 31 May 2026

Komunitas Pemburu Angker Jepang Incar Properti Berhantu di Indonesia, Tawaran Rp50 Juta untuk Rekomendasi Lokasi

Taman Festival Bali lokasi rumah angker Indonesia yang diburu komunitas Jepang

Jakarta — Komunitas pemburu lokasi angker asal Jepang menunjukkan minat besar terhadap properti berhantu di Indonesia. Organisasi bernama ANNYA bahkan membuka sayembara untuk menemukan rumah atau bangunan mistis di Tanah Air, lengkap dengan imbalan jutaan rupiah bagi pemberi rekomendasi yang valid.

Langkah ini bukan sekadar eksperimen semalam. ANNYA sudah enam tahun menggelar acara uji nyali eksklusif di Jepang, di mana peserta menghabiskan waktu semalam penuh di properti yang diklaim berhantu. Kini mereka siap melebarkan sayap ke Indonesia, membawa model bisnis unik yang menggabungkan pariwisata horor dengan eksplorasi properti. Minat asing terhadap properti Indonesia memang terus meningkat, seiring membaiknya indeks properti di beberapa kota besar.

Bisnis Horor dari Negeri Sakura Merambah Tanah Air

Kenbo Kiriki, pendiri ANNYA, menjelaskan ketertarikannya terhadap Indonesia tidak terlepas dari hubungan emosional pribadinya. “Perwakilan ANNYA, yaitu Kenbo Kiriki, sangat menyukai Indonesia,” ujarnya kepada media, Jumat (29/5/2026).

Melalui akun media sosial X @annyaobake, organisasi ini secara terbuka mencari rekomendasi masyarakat Indonesia mengenai rumah atau bangunan yang memiliki kisah mistis. Syaratnya cukup spesifik: lokasi harus benar-benar ada hantunya, terlepas dari berada di wilayah mana pun di Indonesia.

Taman Festival Bali, salah satu lokasi yang dianggap memiliki kisah mistis di Indonesia
Taman Festival Bali, salah satu lokasi yang dianggap memiliki kisah mistis di Indonesia. (Foto: denpasarkota)

Hadiah Rp50 Juta untuk Rekomendasi Properti Berhantu

Sebagai bentuk apresiasi, ANNYA menjanjikan hadiah sebesar Rp50 juta kepada siapa pun yang merekomendasikan lokasi dan akhirnya dipilih. Tim ANNYA mengaku sudah mengantongi sejumlah kandidat lokasi di Indonesia dan berencana melakukan survei langsung dalam waktu dekat.

Setelah lokasi ditetapkan, properti tersebut akan dijadikan tempat penyelenggaraan acara uji nyali. Peserta akan ditantang menghabiskan waktu mulai pukul 21.00 hingga 07.00 pagi di lokasi yang dianggap memiliki aktivitas paranormal. Acara digelar secara eksklusif dengan sistem satu kelompok per hari.

Dampak terhadap Pasar Properti Lokal

Fenomena ini membuka perspektif baru dalam dunia properti Indonesia. Bangunan-bangunan yang selama ini dianggap “tidak laku” karena reputasi angker justru menjadi incaran komunitas internasional. Potensi ini bisa mengubah cara pandang investor asing terhadap aset properti di Tanah Air, meski kondisi pasar properti saat ini masih dalam tekanan akibat kenaikan suku bunga BI yang memukul sektor konstruksi.

Menurut Kiriki, ANNYA tengah mencari rumah atau bangunan yang memiliki reputasi angker, sering dikaitkan dengan penampakan, atau memiliki sejarah kelam seperti sengketa maupun kasus kriminal. Berdasarkan aktivitas akun tersebut, ANNYA memang dikenal rutin menggelar kegiatan eksplorasi rumah berhantu di berbagai negara.

Jejak Komunitas Horor Jepang di Berbagai Negara

Sebelum Indonesia, ANNYA sudah dikenal aktif membangun komunitas penggemar horor dan mengajak peserta merasakan pengalaman menginap di lokasi yang dianggap memiliki aktivitas paranormal. Mereka telah menggelar acara serupa di beberapa negara lain, membuktikan model bisnis ini memiliki pasar tersendiri.

Ketertarikan komunitas asing terhadap properti “terkutuk” di Indonesia mengingatkan pada tren serupa di Jepang, di mana rumah-rumah berhantu dijual dengan harga lebih rendah namun justru diminati kolektor dan penggemar horor. Ke depannya, praktik ini berpotensi menciptakan niche market baru di sektor properti nasional. Perkembangan ini sejalan dengan tren properti modern Indonesia yang mulai mengadopsi teknologi canggih, termasuk smart home berbasis keamanan canggih yang kian diminati konsumen lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *