Today

5 Peralatan Elektronik yang Boros Sedot Listrik meski Kabel Tak Dicabut

Dewi Anggraeni

Peralatan elektronik rumah tangga yang boros listrik jika kabel tidak dicabut

Jakarta — Listrik membengkak tanpa sebab yang jelas? Mungkin Anda termasuk jutaan orang yang terbiasa membiarkan peralatan elektronik tetap tercolok di stop kontak meski sudah tidak digunakan. Kebiasaan kecil ini nyatanya menjadi pencuri energi yang tak kasat mata di rumah Anda.

Pakar energi dari National Insulation Supplies, Mitchell Wray, memperingatkan bahwa perangkat dalam kondisi standby atau mode siaga tetap mengonsumsi daya secara aktif. Jika dibiarkan terus-menerus, tagihan listrik bisa membengkak hingga ratusan ribu rupiah setiap tahunnya.

1. Konsol Game

Konsol game yang dibiarkan menyala dalam mode siaga menjadi salah satu penyedot listrik terbesar. Perangkat ini terus aktif untuk memantau update dan aktivasi jarak jauh, sehingga mengonsumsi daya secara konsisten sepanjang hari.

“Matikan konsol Anda dari stopkontak saat tidak digunakan, dan jika Anda tengah mengisi daya maka matikan konsol setelah daya pengontrol terisi penuh,” jelas Nick Bunce, pakar TV dan perangkat game di AO.

Biaya yang ditimbulkan bisa mencapai Rp 715 ribu per tahun hanya untuk satu konsol game yang terus tercolok. Jika rumah Anda memiliki dua atau lebih konsol, angkanya bisa berlipat ganda.

2. Komputer Desktop

Banyak orang membiarkan komputer dalam mode siaga agar lebih cepat saat dinyalakan. Namun keputusan ini memiliki konsekuensi finansial yang tidak sedikit.

Para ahli energi di Free Heating Scheme mengungkapkan komputer yang dibiarkan standby bisa menambah tagihan listrik Rp 237 ribu hingga Rp 356 ribu per tahun. Untuk kantor rumah atau home office, angka ini bisa jauh lebih besar tergantung jam penggunaan.

3. Microwave

Microwave mungkin tidak terlihat boros karena konsumsi daya siaganya yang rendah. Namun perangkat ini tetap membutuhkan energi untuk menjaga jam digitalnya tetap menyala.

Mitchell menjelaskan microwave yang dibiarkan terus menyala bakal menghabiskan tarif listrik Rp 71 ribu hingga Rp 142 ribu per tahun. Meski terlihat kecil, akumulasi dari berbagai peralatan di dapur bisa menjadi beban yang signifikan.

4. Televisi

Televisi modern memiliki fitur mode siaga yang berfungsi untuk menampilkan jam, lampu sensor, dan menjaga agar perangkat bisa memulai ulang lebih cepat. Fitur-fitur ini aktif bahkan saat layar sudah padam.

Menonaktifkan TV dari sakelar utama, bukan hanya dari remote, menjadi langkah sederhana yang bisa menghemat puluhan ribu rupiah setiap tahunnya.

5. Peralatan Rumah Tangga Lama

Peralatan rumah tangga yang sudah berusia lebih dari satu dekade menjadi konsumen energi terbesar di rumah Anda. Kulkas berusia 10-15 tahun, misalnya, menggunakan 100-200 kWh per bulan dengan total 1.200 hingga 2.400 kWh per tahun.

Komponen yang sudah mulai rusak memaksa perangkat bekerja lebih keras dan mengonsumsi energi jauh lebih banyak dibandingkan model baru yang lebih efisien. Investasi untuk mengganti peralatan lama dengan versi terbaru ternyata bisa menghemat pengeluaran jangka panjang.

Kebiasaan mencabut peralatan dari stop kontak saat tidak digunakan adalah langkah awal sederhana untuk menghemat energi. Kebiasaan hemat lainnya di rumah minimalis modern juga bisa membantu mengurangi pengeluaran bulanan secara keseluruhan. Mulai dari satu perangkat, kebiasaan kecil ini bisa membawa perubahan besar bagi tagihan listrik rumah tangga Anda.

Related Post

Leave a Comment