Today

Dua Smart Lock Ezviz Resmi Meluncur di Indonesia, Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan

Smart Lock Ezviz DL50FVS Plus dan DL20FVS Plus dengan teknologi pengenalan wajah dan telapak tangan untuk keamanan rumah

Jakarta — Keamanan rumah pintar melangkah ke level baru. Ezviz resmi meluncurkan dua smart lock terbaru di Indonesia pada 26 Mei 2026, yakni DL50FVS Plus dan DL20FVS Plus. Keduanya mengusung teknologi pengenalan wajah dan pemindaian vena telapak tangan yang menjanjikan akses masuk lebih aman tanpa kunci fisik.

Peluncuran ini menjadi bagian kampanye #SmartEZiCombo yang menghubungkan smart lock dengan kamera keamanan dalam satu aplikasi. Setiap kali pintu terbuka, kamera otomatis merekam area masuk dan mengirim notifikasi real-time ke penghuni rumah.

Dua Model, Dua Pendekatan Keamanan

DL50FVS Plus menyasar pengguna yang menginginkan hands-free experience. Fitur face recognition pada perangkat ini mengenali wajah penghuni dan membuka pintu secara otomatis tanpa menyentuh gagang. Anti-tamper alarm dan smart notification turut melengkapi sistem keamanannya.

Sementara itu, DL20FVS Plus mengandalkan palm vein recognition atau pemindaian pola vena telapak tangan. Teknologi ini menawarkan tingkat keamanan lebih tinggi karena pola vena nyaris mustahil dipalsukan. Setiap anggota keluarga bisa mendaftarkan telapak tangannya masing-masing untuk akses yang personal dan cepat.

Ekosistem Terintegrasi, Bukan Sekadar Ganti Kunci

Ezviz tidak berhenti di smart lock semata. Integrasi dengan kamera keamanan Ezviz memungkinkan sistem merekam otomatis saat pintu masuk dibuka. Alarm tamper, percobaan pembobolan, hingga kesalahan akses berulang akan memicu notifikasi keamanan langsung ke ponsel pemilik rumah.

Untuk hunian tanpa jaringan Wi-Fi stabil, EZVIZ HB8 Lite 4G Kit hadir sebagai solusi kamera outdoor yang berjalan sepenuhnya via jaringan seluler. Sementara EZVIZ H9c Dual 4G menawarkan dual-lens camera dengan sudut pandang lebih luas untuk pemantauan area yang lebih luas.

Makin Terjangkau untuk Rumah Modern

Tren smart home di Indonesia memang terus menanjak. Data menyebutkan bahwa keamanan menjadi prioritas utama konsumen dalam memilih perangkat rumah pintar pada 2026. Konsep integrasi antarperangkat menjadi kunci agar investasi teknologi tidak terasa terpisah-pisah.

Pilihan smart lock dengan berbagai rentang harga membuka peluang bagi lebih banyak keluarga Indonesia. Mulai dari rumah minimalis hingga hunian premium, akses masuk berbasis biometrik kini bukan lagi kemewahan melainkan kebutuhan yang semakin terjangkau. Bagi yang sedang mendesain hunian, integrasi teknologi keamanan sebaiknya sudah diperhitungkan sejak awal. Saklar modern dan sistem kelistrikan pintar menjadi fondasi penting sebelum menambahkan layer keamanan berbasis biometrik.

Ketersediaan perangkat AI di berbagai lini elektronik rumah tangga, mulai dari mesin cuci hingga kamera keamanan, menunjukkan bahwa ekosistem rumah pintar di Indonesia semakin matang. Keluarga muda pun kini lebih selektif dalam memilih peralatan yang tidak hanya canggih tetapi juga saling terintegrasi.

Related Post

Leave a Comment