Today

Bank BSN Siap Salurkan KUR Perumahan Rp500 Miliar, Dorong Program 3 Juta Rumah

Jihan Amalia

Bank BSN siap salurkan KUR Perumahan untuk pembangunan rumah tapak dan rumah susun subsidi

Jakarta — Bank Syariah Nasional (BSN) siap menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp500 miliar untuk mempercepat pembangunan rumah tapak dan rumah susun subsidi di Indonesia. Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen besar mendukung program 3 Juta Rumah pemerintah.

BSN Kuasai Pasar KPR Subsidi Syariah hingga 84 Persen

Capaian BSN di segmen KPR Subsidi Syariah memang memukau. Sepanjang Januari hingga April 2026, bank pelat merah ini berhasil menyalurkan 16.523 unit KPR Subsidi skema FLPP dengan total plafon Rp2,7 triliun. Angka itu menempatkan BSN di posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar 23,4 persen.

Di segmen perbankan syariah, dominasi BSN semakin nyata. Bank ini menguasai 84 persen pangsa pasar KPR Subsidi Syariah nasional, jauh mengungguli kompetitor lainnya.

“Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah,” kata Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor.

KUR Perumahan Rp500 Miliar Jadi Penopang Target Ambisius

Untuk mengejar target akhir tahun, BSN didorong melalui Program KUR Perumahan senilai Rp500 miliar. Pembiayaan ini akan dijalankan sepenuhnya oleh BSN dengan persiapan yang sudah matang. Proyeksi awal, program ini mulai berjalan paling lama dua bulan ke depan setelah mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain KUR Perumahan, BSN juga bersiap masuk ke pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai aturan terbaru. Proyek mercusuar yang akan digarap adalah rencana pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang menggunakan lahan dari Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektare.

“Proses KUR Perumahan akan dijalankan oleh Bank BSN. Persiapannya sudah sangat matang. Nanti juga ada langkah untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi yang aturannya sudah dikeluarkan,” tambah Alex.

Menteri Ara Optimis Target 73.700 Unit Tercapai

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi atas pertumbuhan signifikan ini. “Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti,” ungkap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.

Kota Baru tersebut nantinya akan menjadi contoh kawasan terpadu mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga olahraga bagi MBR dan menengah tanggung.

Simulasi Tenor Panjang Hingga 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjalankan program yang “Pro-Rakyat”, saat ini tengah dilakukan simulasi opsi tenor panjang hingga 40 tahun. Opsi ini ditujukan terutama bagi pekerja muda seperti PNS, TNI, dan Polri yang baru memulai karier. Skema ini sejalan dengan kebijakan KPR tenor panjang untuk PPPK dan CPNS yang sebelumnya sudah diluncurkan. Sosialisasi ke sektor perbankan terkait skema ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

Alex optimis Bank BSN siap mendukung penuh program pemerintah dan menjadi pemain utama dalam program KPR subsidi nasional. “Bank BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti,” pungkas Alex.

Related Post

Leave a Comment