Jakarta — Bank Syariah Nasional (BSN) menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk menggarap sekuritisasi aset pembiayaan perumahan berbasis syariah. Kerja sama ini ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta pada 3 Juni 2026, menjadi langkah strategis memperkuat pendanaan jangka panjang sektor perumahan nasional.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan kolaborasi ini menjadi inovasi penting untuk mengatasi tantangan pembiayaan perumahan bersifat jangka panjang. Melalui skema ini, lembaga keuangan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan, pengelolaan likuiditas, manajemen risiko, serta prinsip kehati-hatian secara optimal.
“Sektor perumahan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki dampak pengganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha lainnya. Sinergi ini akan memperkuat kapasitas pembiayaan perumahan berbasis syariah BSN.”
Perjanjian ini mencakup dua skema utama: penjajakan kerja sama transaksi sekuritisasi aset pembiayaan perumahan serta pengembangan pembiayaan refinancing. Kedua belah pihak sepakat menerbitkan Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP) yang akan ditawarkan kepada investor di pasar modal.
Rekam Jejak Kemitraan Rp6,26 Triliun
Kerja sama SMF dan BSN bukan hal baru. Kemitraan ini telah terjalin sejak 2008 saat BSN masih beroperasi sebagai BTN Syariah sebelum melakukan transformasi. Selama hampir dua dekade, keduanya telah membangun fondasi kuat melalui berbagai skema pembiayaan.
Total realisasi pembiayaan komulatif dengan akad Mudharabah Muqayyadah (MMQ) hingga Mei 2026 mencapai 29.402 unit senilai Rp6,26 triliun. Penyaluran untuk pembelian rumah mendominasi sebanyak 27.023 unit dengan nilai Rp5,39 triliun, sementara refinancing tercatat 1.602 unit senilai Rp595 miliar.
Memasuki 2026, kedua institusi memperkuat kerja sama pada segmen komersial maupun program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada Februari dan Maret 2026, pembiayaan komersial terealisasi senilai Rp1,65 triliun. Target FLPP tahun ini dipatok mencapai Rp3,13 triliun untuk mendukung kepemilikan rumah bagi sekitar 73.700 nasabah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dorong Kredibilitas Pasar Modal Syariah
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyatakan capaian pembiayaan tersebut menjadi landasan penting untuk membawa kerja sama ke tahap lebih strategis. Sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, SMF siap mendukung BSN secara penuh mulai dari tahap persiapan hingga implementasi sekuritisasi syariah.
“Kami memandang pengembangan sekuritisasi syariah memegang peran penting dalam mendorong pendalaman pasar keuangan syariah nasional. Kami melihat ada potensi jangka panjang yang sangat baik pada aset BSN dan kita berharap transaksi sekuritisasi ini mulai terwujud tahun ini.”
Instrumen EBAS-SP memungkinkan portofolio pembiayaan perumahan syariah BSN yang berkualitas ditransformasikan menjadi instrumen pasar modal. Bagi BSN, mekanisme ini membuka ruang mengelola aset lebih produktif dengan mengubah arus kas jangka panjang menjadi sumber likuiditas baru. Sementara bagi investor, instrumen ini menawarkan alternatif investasi syariah dengan arus kas terukur dan risiko terjaga.
Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah
Langkah BSN-SMF ini sejalan dengan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Pemerintah guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau. Komitmen pemerintah terhadap perluasan akses KPR juga tercermin dari inisiatif REI yang optimistis dengan tenor KPR 40 tahun. Inisiatif sekuritisasi ini didukung koridor hukum nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2020 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan serta regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari sisi syariah, transaksi EBAS-SP berpedoman pada Fatwa DSN-MUI Nomor 121/DSN-MUI/II/2018. Dengan demikian, skema pembiayaan ini tidak hanya menjawab kebutuhan likuiditas perbankan syariah, tetapi juga membuka peluang investasi baru bagi pasar modal domestik.
Perluasan kemitraan di bidang refinancing dan sekuritisasi ini menjadi modal berharga bagi industri perbankan syariah dalam menyokong perekonomian nasional. BSN kini menyalurkan KPR subsidi syariah dengan target 73.700 unit tahun ini, menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan berbasis syariah di Indonesia —beriringan dengan capaian BTN yang telah menyalurkan 6 juta KPR untuk MBR.













