Saturday, 30 May 2026

Asing Melepas Rp8,52 Triliun Saham Indonesia, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran Utama

Indeks Harga Saham Gabungan IHSG di Bursa Efek Indonesia Jakarta

Jakarta — Investor asing melepas saham Indonesia senilai Rp8,52 triliun dalam satu hari perdagangan, Jumat (29/5/2026). Aksi jual bersih (net sell) terbesar sepanjang pekan ini terjadi menjelang akhir sesi perdagangan, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar modal Tanah Air. Kondisi ini mengingatkan pada situasi Transaksi Rp50 Triliun Membludak, Saham Grup Barito Pimpin Rally Rebalancing MSCI yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Data Stockbit mencatat, nilai transaksi net sell asing di seluruh pasar mencapai Rp8,52 triliun. Rinciannya, Rp8,36 triliun tercatat di pasar reguler dan sisanya Rp160 miliar di pasar negosiasi serta tunai.

Bank BCA Jadi Sasaran Utama

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menempati urutan pertama dalam daftar saham yang paling banyak dilepas asing. Tekanan jual terhadap emiten perbankan terbesar di Indonesia ini mencapai Rp1,96 triliun dalam satu hari. Kondisi ini seolah melanjuti tren Saham Big Banks Ambruk Barengan Jelang Long Weekend yang terjadi sebelumnya.

Posisi kedua ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai net sell Rp1,94 triliun. Emiten petrokimia milik Grup Sinar Mas ini menjadi target jual kedua terbesar investor asing.

Di posisi ketiga ada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang dilepas asing senilai Rp1,61 triliun. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengalami net sell Rp738 miliar.

Profit Taking Jelang Akhir Pekan

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menjelaskan koreksi saham-saham big banks lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking jangka pendek. Sebelumnya, perbankan sudah mengalami rebound cukup signifikan selama beberapa hari.

“Jadi wajar kalau menjelang weekend sebagian pelaku pasar memilih locking profit terlebih dahulu,” kata Elandry kepada CNBC Indonesia.

Elandry menambahkan sentiment global terhadap pasar masih cenderung mixed, terutama terkait arah suku bunga Federal Reserve, pergerakan yield obligasi AS, dan pelemahan rupiah. Kondisi ini membuat risk appetite investor asing sedikit lebih berhati-hati di akhir sesi.

Rotasi Dana ke Saham Konglomerasi

Di sisi lain, rotasi dana juga terlihat mulai bergerak ke beberapa saham konglomerasi dan cyclical yang belakangan lebih aktif. Ada capital flow sementara keluar dari big banks menuju sektor lain.

“Namun sejauh ini saya melihat koreksinya masih relatif normal dan belum mengubah outlook sektor perbankan secara fundamental, karena likuiditas dan kualitas aset bank-bank besar masih cukup solid,” ujar Elandry.

“Jadi untuk investor menengah-panjang, kondisi ini menurut saya masih lebih ke healthy consolidation dibanding perubahan tren besar,” lanjutnya.

Daftar Saham yang Paling Banyak Dilego

Berikut 10 saham dengan nilai net sell asing terbesar pada perdagangan Jumat (29/5/2026):

BBCA Rp1,96 triliun, TPIA Rp1,94 triliun, AMMN Rp1,61 triliun, BBRI Rp738 miliar, BMRI Rp390 miliar, AMRT Rp364,68 miliar, TLKM Rp307,14 miliar, ASII Rp297,17 miliar, BRIS Rp275,98 miliar, dan BBCA Rp1,96 triliun.

Aksi jual besar-besaran ini menegaskan kerentanan pasar saham Indonesia terhadap sentimen global, khususnya terkait kebijakan moneter AS dan pelemahan nilai tukar rupiah. Namun kondisi fundamental perbankan nasional masih menunjukkan ketahanan yang solid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *