Pasar saham Indonesia menutup perdagangan Jumat (29/5) dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.180, menguat 50,61 poin atau naik 0,83 persen dari perdagangan sebelumnya.
Data dari RTI Infokom menunjukkan total nilai transaksi investor mencapai Rp35,42 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 45,97 miliar saham. Angka ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup aktif di akhir pekan.
Distribusi Saham: Lebih Banyak yang Terkoreksi
Dari total saham yang diperdagangkan, 409 saham mengalami koreksi, 271 saham menguat, dan 137 saham lainnya stagnan. Meskipun jumlah saham yang terkoreksi lebih banyak, indeks secara keseluruhan tetap mampu bergerak ke zona hijau berkat penguatan pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Sektor Infrastruktur Pimpin Penguatan
Delapan dari 11 indeks sektoral tercatat menguat. Sektor infrastruktur menjadi penyumbang terbesar dengan penguatan 3,34 persen. Penguatan ini didorong oleh optimisme terhadap kelanjutan proyek-proyek pembangunan pemerintah.
Penguatan IHSG ini sejalan dengan sentimen positif dari pasar global. Bursa saham Asia juga bergerak menguat, dengan Nikkei 225 di Jepang naik 2,53 persen dan indeks Hang Seng Composite di Hong Kong menguat 0,7 persen.
Pasar Eropa dan AS Juga Hijau
Bursa saham Eropa turut mencatatkan penguatan. Indeks FTSE 100 di Inggris naik 0,21 persen, sementara indeks DAX di Jerman menguat 0,3 persen. Di Amerika Serikat, pasar saham kompak berada di zona hijau dengan S&P 500 menguat 0,58 persen, Dow Jones naik 0,05 persen, dan NASDAQ Composite menguat 0,91 persen.
Penguatan IHSG di tengah sentimen global yang positif memberikan sinyal bahwa investor domestik mulai kembali optimis terhadap prospek pasar modal Indonesia. Namun, distribusi saham yang lebih banyak terkoreksi menjadi catatan yang perlu diperhatikan.











