Jakarta — Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggulirkan program terbaru bernama “BRI KPR Solusi” untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki hunian dengan cicilan ringan. Program ini menawarkan suku bunga rendah mulai 2,50 persen dengan tenor fleksibel hingga 20 tahun.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menjelaskan bahwa BRI KPR Solusi dirancang sebagai alternatif pembiayaan properti yang kompetitif. Program ini berlaku untuk pembelian aset lelang maupun nonlelang, termasuk rumah tinggal, apartemen, ruko, dan rukan. Langkah ini sejalan dengan tren pasar KPR nasional yang terus bergairah meski suku bunga acuan BI Rate merangkak ke 5,25 persen.
Suku Bunga Kompetitif untuk Berbagai Segmen Nasabah
BRI menawarkan beberapa pilihan skema bunga yang dapat disesuaikan dengan profil nasabah. Untuk segmen Layanan Nasabah Prima (LNP), Payroll Perusahaan Kerjasama BRI, dan BRI Group, tersedia bunga fixed 2,50 persen selama satu tahun dengan minimum tenor tiga tahun. Ada juga opsi 3,45 persen fixed tiga tahun dengan minimum tenor sepuluh tahun, serta 3,55 persen fixed lima tahun dengan minimum tenor lima belas tahun.
Promo ini menambah persaingan sehat di pasar KPR Indonesia. Sebelumnya, BTN juga gencar menawarkan program serupa dengan skema KPR bunga 5 persen untuk rumah lelang. Sementara itu, perbandingan SBDK KPR lima bank besar menunjukkan BRI dan BTN saling berlomba memberikan promo bunga spesial.
Proses Pengajuan Mudah dan Terjangkau
Dari sisi biaya, BRI menawarkan provisi mulai dari 0,5 persen dari plafon kredit dan biaya administrasi mulai dari Rp500 ribu atau 0,1 persen dari plafon kredit. Uang muka mengikuti ketentuan pembiayaan yang berlaku. Untuk pelunasan dipercepat, dikenakan penalti 2,5 persen untuk pelunasan sebagian dan 5 persen untuk pelunasan seluruhnya.
Masyarakat dapat mengakses informasi aset lelang melalui website infolelang.bri.co.id. Program ini berlaku bagi karyawan maupun nasabah umum BRI di seluruh Indonesia hingga 30 Juni 2026.
“BRI optimistis program ini dapat menjadi alternatif pembiayaan properti yang menarik sekaligus mendukung pertumbuhan sektor properti nasional,” kata Aris.













