Saturday, 30 May 2026

IKEA Ungkap Rumah Multifungsi Jadi Kunci Hunian 2026, Desain Fleksibel Bukan Lagi Pilihan

Tren Rumah Multifungsi 2026 ala IKEA Desain Fleksibel

Jakarta — Satu ruang, banyak peran. Itulah gambaran hunian modern di Indonesia tahun 2026. Perubahan gaya hidup masyarakat mendorong transformasi mendalam dalam cara rumah digunakan. Aktivitas bekerja, makan, hingga beristirahat kini kerap terjadi dalam area yang sama, menuntut pendekatan baru dalam desain interior hunian.

Fenomena ini mencuri perhatian dalam gelaran ARCH:ID 2026, di mana IKEA Indonesia mengungkap bahwa penggunaan ruang yang tumpang tindih semakin lazim terjadi, baik di rumah tinggal maupun ruang publik.

Desain Spesifik Mulai Kehilangan Relevansi

Interior Design Leader IKEA Indonesia, Muhammad Yusuf Attorik, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar soal pergeseran fungsi ruang. Yang terjadi adalah munculnya berbagai kebutuhan dalam waktu bersamaan.

“Desain tidak lagi cukup hanya untuk satu fungsi. Ruang harus mampu mengakomodasi berbagai aktivitas tanpa menimbulkan friksi dalam alur penggunaan sehari-hari,” ujar Attorik.

Menurut IKEA Indonesia, desain rumah yang terlalu spesifik mulai kehilangan relevansinya di tengah pola hidup yang dinamis. Banyak hunian yang sebelumnya dirancang dengan pembagian zona yang jelas — seperti ruang makan, ruang kerja, dan ruang keluarga — kini menghadapi keterbatasan saat harus menampung berbagai aktivitas sekaligus.

Sebagai contoh, ruang makan yang terlihat lapang dapat dengan cepat terasa sempit ketika digunakan untuk bekerja sembari mendampingi anak. Begitu pula area duduk yang awalnya tertata rapi, dapat kehilangan alur ketika pengguna mulai menggeser posisi furnitur untuk kebutuhan lain.

Fleksibilitas Jadi Kunci Utama Desain Interior Masa Kini

Tidak hanya di hunian, perubahan pola ini juga terlihat di ruang publik. Area yang dirancang untuk fungsi tertentu kerap mengalami pergeseran penggunaan ketika orang mulai menetap lebih lama, berpindah tempat, atau menjadikannya ruang berkumpul. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan ruang kini bersifat dinamis dan tidak lagi bisa diprediksi secara kaku.

IKEA Indonesia menilai bahwa akar persoalan bukan terletak pada luas ruang, melainkan pada cara ruang dimanfaatkan. Ketika kebutuhan terus berkembang, ruang yang tidak dirancang fleksibel akan terasa semrawut meskipun secara ukuran memadai.

Dalam konteks ini, fleksibilitas menjadi kunci utama dalam desain interior masa kini. Rumah dipandang sebagai sistem yang terus beradaptasi, mengikuti perubahan kebutuhan penghuninya dari waktu ke waktu. Kebutuhan di pagi hari tentu berbeda dengan malam hari, begitu pula penggunaan ruang saat hari kerja dan akhir pekan.

“Desain bukan hanya tentang estetika atau membuat ruang selalu terlihat rapi. Yang lebih penting adalah memastikan ruang tetap berfungsi dengan baik, bahkan ketika digunakan dengan cara yang berbeda setiap hari,” tambah Attorik.

Pendekatan ini mendorong penggunaan material yang tahan terhadap aktivitas harian serta furnitur multifungsi yang dapat menunjang berbagai kebutuhan tanpa perlu penyesuaian besar. Dengan demikian, ruang dapat tetap nyaman dan efisien tanpa harus sering diatur ulang.

Ke depan, konsep hunian diperkirakan akan semakin mengarah pada desain yang adaptif. Rumah tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang kerja, ruang interaksi, sekaligus ruang istirahat dalam satu waktu. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pengembang properti untuk menghadirkan hunian yang lebih relevan dengan gaya hidup modern.

Bagi Anda yang sedang merencanakan hunian, inspirasi desain desain rumah Japandi bisa menjadi referensi menarik. Selain itu, penting juga untuk mengenali tanda-tanda rumah yang perlu segera direnovasi agar investasi hunian tetap optimal. Di era digital, konsep smart home juga semakin relevan untuk mendukung hunian multifungsi yang fleksibel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *