Jakarta — PT PLN (Persero) resmi meluncurkan program Smart and Green Building di Kantor Pusatnya, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Program ini menjadikan gedung perkantoran PLN sebagai proyek percontohan penerapan teknologi energi pintar yang mampu memproduksi dan mengelola listrik secara mandiri.
Langkah besar ini menandai transformasi PLN dari sekadar penjual listrik menjadi platform energi digital yang mengorkestrasi seluruh ekosistem energi melalui kolaborasi dan penciptaan nilai.
PLTS Atap dan IoT Smart AC Jadi Andalan
Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN kini dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp). Sistem ini terintegrasi penuh dengan Energy Management System yang berfungsi sebagai pusat kendali digital untuk memantau dan mengatur penggunaan energi secara real time.
Selain PLTS, PLN juga memasang 471 unit IoT Smart AC yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan energi digital. Kombinasi kedua teknologi ini memungkinkan efisiensi energi yang jauh lebih optimal dibandingkan pengelolaan konvensional. Tren serupa juga terlihat di sektor smart home yang diprediksi menyasar 15 juta rumah tangga Indonesia pada 2026.
“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
400 Gedung Target PLTS Atap dalam Roadmap 2026-2035
Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi program ini di 10 gedung dengan target pemasangan PLTS Atap berkapasitas 1.100 kWp. Namun ambisi perusahaan pelat merah ini jauh lebih besar dari sekadar proyek percontohan.
PLN telah memetakan sekitar 400 gedung yang layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dikelola perusahaan di seluruh Indonesia. Dalam roadmap 2026-2035, target kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp) dengan penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC.
“Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN yang telah beroperasi dengan PLTS Atap dan Energy Management System terintegrasi,” jelas Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah.
Pengurangan Emisi Karbon hingga 0,3 Juta Ton
Dampak lingkungan dari program ini ditargetkan sangat signifikan. PLN memproyeksikan kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent selama periode roadmap berjalan. Angka ini setara dengan menanam jutaan pohon di seluruh Indonesia.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi perusahaan. Komisaris Independen PLN, Andi Arief, menegaskan bahwa sustainability bukan sekadar biaya tambahan, melainkan investasi masa depan yang menguntungkan secara finansial dan lingkungan.
Gedung dan Rumah Masa Depan Bisa Produksi Energi
Darmawan Prasodjo menambahkan, perkembangan teknologi seperti PLTS Atap, kendaraan listrik, hingga otomasi bangunan membuat gedung dan rumah kini tidak lagi hanya menjadi pengguna energi.
“Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi juga mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah,” kata Darmawan.
Pernyataan ini membuka peluang besar bagi pengembang properti dan pemilik hunian untuk mengadopsi teknologi serupa. Dengan harga panel surya yang terus menurun dan insentif pemerintah yang meluas, konsep smart building dan rumah pintar berbasis energi terbarukan diprediksi bakal menjadi standar baru dalam industri properti Indonesia. Namun tantangan biaya konstruksi tetap menjadi perhatian, mengingat harga material bangunan yang melonjak 15 persen belakangan ini.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat terhadap hunian melalui berbagai kebijakan stimulus. Proyeksi properti Indonesia di 2026 menunjukkan FLPP menjadi penyelamat, meski material dan regulasi masih mengancam. Kombinasi antara teknologi hijau dan kebijakan yang kondusif diyakini bakal mendorong lahirnya hunian modern yang tidak hanya nyaman, tetapi juga ramah lingkungan.











