Today

Menteri PU Pastikan Pelemahan Rupiah dan Kenaikan BBM Belum Ganggu Pembangunan

Maya Sari

Menteri PU Dody Hanggodo tinjau pembangunan infrastruktur jalan di Jakarta

Jakarta — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan pelemahan rupiah dan kenaikan harga BBM belum mengganggu progres pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Pernyataan ini meredam kekhawatiran banyak pihak soal potensi terhambatnya proyek strategis nasional.

Dody menegaskan konstruksi jalan, jembatan, dan waduk yang sedang berjalan tetap lancar meski tekanan ekonomi global makin kuat. Kementerian PU sudah menyiapkan mekanisme fleksibel untuk merespons perubahan harga material di lapangan.

Koordinasi Intensif dengan LKPP Terkait Eskalasi Harga

“Untuk pembangunan, sampai detik ini sih enggak ada pengaruh. Kalau untuk eskalasi harga, kita sudah koordinasi dengan LKPP,” ujar Dody di gedung DPR RI, Selasa (2/6/2026). Ditjen Bina Konstruksi sudah menyampaikan masukan dari internal kementerian dan asosiasi pelaku konstruksi kepada LKPP.

LKPP nantinya akan menerbitkan surat edaran sebagai pedoman bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menyesuaikan harga dan nilai kontrak. Mekanisme ini pernah diterapkan pada 2022 saat harga BBM dan komoditas lainnya melonjak tajam.

Pelajaran dari 2022 Jadi Bekal Menghadapi Ketidakpastian

Dody mengakui potensi kenaikan harga memang bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun pengalaman penyesuaian anggaran di masa pandemi Covid-19 memberikan kepercayaan bahwa Kementerian PU mampu mengantisipasi fluktuasi biaya konstruksi.

“Pokoknya kalau LKPP mengatakan harus naik, ya kita naikkan lah. Ya seperti 2022 lalu, kan sudah pernah kejadian, jadi bukan hal baru. Kalau naik, ya nanti pasti kita akan usulkan tambahan anggaran,” tegas Dody.

Dampak Terhadap Harga Material Bangunan Properti

Situasi ini menjadi sinyal penting bagi pelaku properti nasional. Jika infrastruktur pemerintah masih berjalan normal, maka pasokan material seperti semen, besi, dan aspal belum mengalami gangguan signifikan yang berdampak pada harga jual rumah. Ketidakpastian ini juga berkaitan erat dengan dampak pelemahan rupiah terhadap harga material bangunan yang sudah terjadi sejak awal tahun.

Namun pelaku industri tetap diminta waspada. Kenaikan harga BBM berpotensi mendorong biaya angkut material naik dalam beberapa pekan ke depan, terutama untuk proyek-proyek di luar Jawa yang mengandalkan distribusi logistik jarak jauh. Sebelumnya, pengembang sudah memperingatkan dampak kenaikan dolar AS terhadap sektor perumahan.

Sinyal kebijakan LKPP soal penyesuaian harga menjadi penentu apakah kenaikan biaya konstruksi akan merambat ke sektor perumahan. Pemerintah dituntut cepat bertindak agar harga rumah subsidi maupun komersial tetap terjangkau bagi masyarakat. Situasi ini mengingatkan pada kondisi ketika rupiah nyaris tembus Rp18.000 dan harga material bangunan terancam naik.

Related Post

Leave a Comment