Jakarta — Mega proyek hunian vertikal terbesar di Indonesia mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Proyek rusun subsidi Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini memasuki tahap kritis pembangunan pondasi yang menentukan kelangsungan seluruh proyek senilai triliunan rupiah ini.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bahwa progres pembangunan masih berjalan sesuai rencana. Dari total 8.600 pile yang harus terpasang, saat ini sudah mencapai 1.836 unit atau sekitar 21 persen dari target keseluruhan.
Tiga Lokasi Lahan Siap Dikembangkan
Proyek ambisius ini akan menyediakan sekitar 141.000 hunian dari tiga lokasi lahan yang telah disiapkan. Lippo Group menghibahkan lahan seluas 30 hektare untuk pembangunan, sementara pembiayaan dan pelaksanaan konstruksi ditangani oleh Danantara.
“Ini merupakan salah satu proyek hunian vertikal terbesar yang diharapkan dapat membantu masyarakat pekerja memiliki rumah layak di dekat pusat ekonomi dan industri,” ungkap Maruarar saat meninjau langsung lokasi proyek pada Minggu (31/5/2026).
Dampak Ekonomi Besar bagi Nasional
CEO Lippo Group James Riady membeberkan data mengejutkan tentang potensi dampak proyek ini terhadap perekonomian nasional. Menurut perhitungan internal perusahaan, proyek Meikarta berpotensi menyumbangkan 0,4 hingga 0,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Kawasan sekitar Meikarta ini merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Sekitar 50 persen industri di Indonesia berada di sekitar sini dengan ribuan pabrik,” jelas James Riady.
Solusi Hunian bagi Pekerja Pabrik
James Riady menegaskan bahwa pembangunan rusun subsidi menjadi solusi kritis bagi ribuan pekerja di kawasan industri sekitar Meikarta. Selama ini, banyak pekerja harus menempuh perjalanan jarak jauh dari rumah mereka ke tempat kerja.
“Kita ingin para pekerja pabrik memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerjanya sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik dan mobilitasnya lebih efisien,” tambahnya.
Timeline Pembangunan dan Target Selesai
Proyek ini memiliki timeline yang ketat. Land clearing dimulai pada Februari 2026, diikuti groundbreaking pada Maret 2026. Pembangunan struktur ke atas dijadwalkan mulai Agustus 2026, dan target penyelesaian seluruh proyek adalah Agustus 2028.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan bahwa proses perizinan pembangunan berjalan lancar. “Saat ini proses perizinan sudah masuk di Dinas Cipta Karya dan seluruh persyaratan sudah terpenuhi 100 persen. Secepatnya akan kami keluarkan surat perizinannya agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.
Dengan progres pembangunan yang sudah mencapai tahap test pile dan izin yang hampir rampung, proyek rusun subsidi Meikarta tampaknya benar-benar bangkit dari keterpurukan selama bertahun-tahun. Pertanyaannya, apakah target Agustus 2028 benar-benar realistis mengingat besarnya skala proyek ini? Apalagi, tren hunian vertikal semakin menguat di Indonesia.














