Today

Kebakaran Besar Hanguskan 250 Rumah di Kebon Kosong Kemayoran, 330 KK Terdampak

Tia Maulidia

Kebakaran permukiman padat penduduk di Kebon Kosong Kemayoran Jakarta Pusat

Jakarta — Kebakaran besar menghanguskan kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Ung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026). Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 20.55 WIB itu menghanguskan sekitar 250 rumah dan berdampak pada 330 Kepala Keluarga (KK) di dua RW.

35 Unit Pemadam Dikerahkan, Api Berkobar 7 Jam

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam kebakaran beserta 165 personel untuk menjinakkan api. Proses pemadaman memakan waktu sekitar 7 jam karena kawasan permukiman yang sangat padat.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memastikan bahwa sumber air di lokasi memadai untuk operasi pemadaman. “Alhamdulillah sumber air cukup,” ujar Bayu.

Warga Panik Evakuasi Barang Berharga

Di tengah proses pemadaman, warga tampak hilir mudik mengevakuasi barang berharga ke area Lapangan Jusuf Hamka yang menjadi titik pengungsian sementara. Salah satu warga, Supriatin, menceritakan kepanikan saat api mulai merambat ke area rumahnya.

“Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah,” ungkap Supriatin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong.

Istri Supriatin sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal di lokasi kejadian. Meski demikian, seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang dinyatakan selamat.

Pemerintah Siapkan Bantuan dan Diskusi Relokasi

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan pendataan sedang dilakukan secara mendalam mencakup warga terdampak di RW 04 (lima RT) dan RW 05 (tiga RT).

“Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas,” jelas Safrizal.

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi. Data pendataan akan mencakup detail mengenai usia sekolah anak untuk memastikan kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi.

Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga. “Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman,” kata Safrizal.

Dugaan Penyebab: Korsleting Listrik

Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk itu diduga dipicu oleh korsleting listrik. Beberapa warga mengalami luka ringan dan sesak napas akibat asap tebal, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran keselamatan listrik di kawasan permukiman padat, di mana risiko kebakaran jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan hunian yang lebih terencana. Kasus serupa pernah terjadi di Sleman, DIY, di mana rumah terbakar 51 kali akibat gas metana dari septic tank.

Untuk meningkatkan keamanan hunian, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan perangkat rumah pintar seperti saklar modern Vivace E yang dilengkapi fitur keamanan. Sementara itu, program bedah rumah seperti program GRIYA dari ASABRI menjadi salah satu solusi pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Related Post

Leave a Comment