Jakarta — Pemerintah mengebut pembangunan rusun subsidi Meikarta bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Cikarang, Bekasi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memastikan progres konstruksi berjalan sesuai target dengan 1.836 dari 8.600 pile sudah terpasang.
James Riady Klaim Proyek Bisa Sumbang 0,8 Persen ke GDP
CEO Lippo Group James Riady mengungkap data mengejutkan terkait dampak ekonomi proyek raksasa ini. Proyek Meikarta diperkirakan menyumbang 0,4 hingga 0,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.
“Menurut perhitungan kami, proyek di Meikarta ini bisa menyumbangkan sekitar 0,4 hingga 0,8 persen terhadap GDP sehingga dampaknya sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar James Riady.
Tiga Lokasi di Atas Tanah Hibah Lippo Seluas 30 Hektare
Proyek hunian vertikal terbesar ini akan menyediakan 141.000 unit dari tiga lokasi berbeda. Kementerian PKP berperan sebagai regulator, sementara pembiayaan dan pembangunan ditangani melalui Danantara. Skema pembiayaan ini berbeda dari program rumah subsidi konvensional yang selama ini berjalan.
Tanah seluas 30 hektare merupakan hibah dari Lippo Group untuk tiga lokasi pembangunan. Skema kolaborasi antara pemerintah pusat, BUMN, dan sektor swasta ini menjadi model baru pengembangan perumahan nasional.
Target Selesai Agustus 2028, Perizinan Sudah 100 Persen
Timeline pembangunan sudah ditetapkan secara detail. Land clearing dimulai Februari 2026, groundbreaking Maret 2026, struktur ke atas Agustus 2026, dan serah terima target Agustus 2028.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan seluruh persyaratan perizinan sudah terpenuhi. Proses perizinan sudah masuk di Dinas Cipta Karya dan akan segera diterbitkan suratnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menambah pasokan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Solusi Hunian Dekat Kawasan Industri Terbesar Asia Tenggara
James Riady menekankan pentingnya lokasi strategis Meikarta. Kawasan sekitar proyek merupakan salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 50 persen industri Indonesia berada di sekitarnya.
“Kita ingin para pekerja pabrik memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerjanya sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik dan mobilitasnya lebih efisien,” tambah James Riady.
Pembangunan rusun subsidi ini menjadi jawaban atas kebutuhan hunian layak bagi ribuan pekerja di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya. Dengan harga terjangkau dan lokasi strategis, proyek ini diharapkan mampu mengubah wajah perumahan subsidi di Indonesia, termasuk mendukung program KPR subsidi tenor 40 tahun yang tengah digalakkan pemerintah.












