Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) membeberkan ambisi besar mengubah kawasan Stasiun Manggarai menjadi pusat bisnis baru ibu kota. Rencana ini bukan sekadar wacana, melainkan proyek nyata yang sudah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kawasan seluas 62 hektare akan diubah menjadi central business district (CBD) baru dengan konsep serupa Sudirman Central Business District (SCBD). Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan, pengembangan ini mengusung prinsip Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan hunian, area komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga kawasan hiburan.

Program Hunian Murah Langsung Dapat Arahan Presiden
Dalam arahannya, Prabowo meminta agar kawasan tersebut dilengkapi convention hall bintang lima, hotel bintang lima, serta area leisure kelas dunia. Bobby menyampaikan permintaan itu secara langsung saat rapat koordinasi pembangunan kawasan tersebut.
“Bapak presiden berpesan agar kawasan ini didesain menjadi CBD Jakarta kedua, yang di situ kalau perlu ada convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga,” ujar Bobby pada Sabtu (23/5/2026).
Selain CBD mewah, KAI juga menyiapkan program hunian layak dan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Proyek ini digarap oleh anak usaha KAI, PT KA Properti Manajemen, dengan target groundbreaking Juli 2026 dan rampung akhir 2027. Langkah ini sejalan dengan program BTN yang menyalurkan 6 juta unit KPR subsidi untuk masyarakat rentan miskin.
4.642 Unit Hunian Vertikal Siap Dibangun
Proyek hunian akan berdiri di atas lahan seluas 2,1 hektare milik KAI. Konsepnya berupa hunian vertikal setinggi 24 lantai yang terbagi dalam tujuh tower. Blok G dikhususkan untuk MBR dan masyarakat berpenghasilan tertentu (MBT) dengan 1.210 unit berukuran tipe 36 dan tipe 45.
Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto menjelaskan, harga hunian tipe MBR mulai dari Rp500 juta hingga Rp630 juta untuk luasan 45 meter persegi. Sementara, Blok F akan menampung 3.432 unit hunian dengan konsep lebih premium.
“Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp500 juta sampai Rp630 juta untuk luasan 45,” kata Endiyanto.
Cicilan Tetap Rp2,9 Juta per Bulan Selama 30 Tahun
BTN sebagai mitra pembiayaan menawarkan skema cicilan yang sangat terjangkau. Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati, memaparkan calon pembeli cukup membayar uang muka 1 persen atau sekitar Rp5 juta untuk hunian seharga Rp500 juta dengan plafon kredit Rp495 juta.
“Kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6 persen itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya Rp2,9 juta, fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap 5 tahun, angsurannya tetap gitu ya,” ujar Umi.
Skema cicilan tetap ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah kenaikan suku bunga BI Rate yang sempat membuat cicilan KPR melonjak. Dengan fixed rate selama 30 tahun, pembeli tidak perlu khawatir angsuran membengkak seiring perubahan kebijakan moneter.
KAI juga menggandeng sejumlah BUMN untuk mendukung infrastruktur kawasan, mulai dari pasokan listrik, air bersih, gas bumi, hingga internet. Kolaborasi antar-BUMN ini memastikan kawasan Manggarai nanti menjadi kawasan TOD yang benar-benar terintegrasi dan modern.
Pengembangan kawasan Manggarai menjadi CBD baru sekaligus hunian vertikal murah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong program perumahan rakyat melalui insentif PPN DTP. Dengan cicilan tetap yang terjangkau, masyarakat berpenghasilan rendah kini memiliki akses lebih besar untuk memiliki hunian di jantung ibu kota.











