Saturday, 30 May 2026

BTN Sudah Salurkan 6 Juta KPR untuk Keluarga MBR, Pemerintah Kaji Tenor 40 Tahun

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu - Strategi Kredit Perumahan Rakyat

Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit kepada masyarakat kategori desil 3. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu membeberkan dua strategi utama bank pelat merah ini dalam mengakselerasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kalau desil 3 kpr subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” kata Nixon dalam acara Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Minggu (24/5/2026). Langkah ini menjadi kelanjutan dari berbagai inisiatif BTN sebelumnya, termasuk peluncuran KPR 30 tahun untuk PNS dan PPPK.

Dua Pilar Strategi BTN untuk Perumahan Rakyat

Nixon menjelaskan, BTN mengandalkan dua jalur utama dalam menyalurkan kredit perumahan. Jalur pertama melalui program KPR subsidi yang ditargetkan untuk masyarakat dengan penghasilan tertentu. Jalur kedua melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat di desil 1 dan 2 yang dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan.

“KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsidi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” jelasnya. Strategi ini relevan dengan kondisi terkini di mana penjualan rumah subsidi mengalami penurunan signifikan.

BSPS Targetkan 400 Ribu Rumah Tangga

Tahun ini, program BSPS menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. Pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta hingga Rp25 juta per rumah tangga untuk stimulan pembangunan swadaya.

“Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan stimulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga,” lanjut Nixon. Target ini sejalan dengan upaya pemerintah membuka akses hunian bagi pekerja informal dan ojol yang selama ini sulit mendapatkan KPR.

Pemerintah Kaji Tenor KPR hingga 40 Tahun

Selain dua strategi utama tersebut, pemerintah saat ini tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah.

“Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR,” sebut Nixon. Rencana tenor panjang ini menjadi angin segar di tengah diskusi sinergi perumahan antara Menteri Ara, OJK, dan BI.

Digitalisasi Jadi Kunci Menjangkau Unbanked

Selain lewat pembiayaan rumah, BTN juga mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum terjangkau akses pembiayaan bank. Nixon menilai penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank.

Strategi digitalisasi ini menjadi peluang besar bagi BTN untuk merangkul lebih banyak masyarakat masuk dalam jangkauan layanan perbankan. Dengan kombinasi KPR subsidi, BSPS, dan digitalisasi, BTN optimistis dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian bagi jutaan keluarga Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *