Saturday, 30 May 2026

Milenial dan Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti, Apa Sebabnya?

Ilustrasi properti hunian modern untuk milenial dan Gen Z

Jakarta — Calon pembeli rumah dari generasi milenial dan Gen Z sudah tidak lagi tergantung pada brosur cetak atau pameran properti konvensional. Perubahan perilaku ini terjadi di tengah tekanan suku bunga KPR yang masih tinggi dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Media sosial kini menjadi pintu masuk utama sebelum mereka memutuskan untuk survei lokasi secara langsung.

Data terbaru menunjukkan penetrasi internet di Indonesia telah menembus 78 persen. Mayoritas pencarian hunian dimulai dari kanal digital, mulai dari platform media sosial hingga situs properti online. Fenomena ini menggeser peran konvensional seperti pameran dan brosur fisik yang selama ini menjadi andalan pengembang.

Media Bukan Sekadar Etalase Visual

Aya Choiriyah, influencer sekaligus konsumen properti, mengungkapkan pola baru ini dalam Seminar Property Outlook ASG Expo di Jakarta pada Jumat (24/4/2026). Menurutnya, calon pembeli kini melakukan riset mendalam melalui konten digital sebelum mengambil keputusan besar.

“Pengaruh media sosial sangat besar dalam mencari properti. Calon pembeli kini tidak lagi bergantung pada brosur. Mereka menggali informasi melalui konten digital sebelum memutuskan survei langsung,” ujar Aya.

Faktor kenaikan suku bunga KPR menjadi alasan utama konsumen lebih berhati-hati. Seperti yang terjadi belakangan ini, kenaikan BI Rate ke 5,25 persen langsung berdampak pada cicilan bulanan. Mengingat sebagian besar pembiayaan properti bergantung pada kredit perbankan, riset mendalam menjadi kunci agar cicilan tidak membebani di kemudian hari.

“Sebagai konsumen, harapannya bunga KPR jangan tinggi-tinggi. Yang paling terasa itu perubahan cicilan setiap bulan. Perubahan kecil saja sangat berdampak pada kemampuan bayar,” tegasnya.

Konektivitas Jadi Prioritas Utama

Selain harga dan pembiayaan, generasi muda kini memprioritaskan konektivitas hunian. Tren Gen Z yang memilih rumah second karena harga lebih terjangkau dan lokasi strategis membuktikan hal ini. Desain rumah yang estetik saja tidak cukup. Akses transportasi, kedekatan dengan tempat kerja, hingga fasilitas penunjang gaya hidup menjadi poin krusial yang dipantau melalui ulasan video dan foto di media sosial.

Aya menekankan bahwa media sosial kini berfungsi sebagai ruang edukasi, bukan sekadar etalase visual. Pengembang dituntut untuk beradaptasi dengan menyajikan informasi yang transparan dan relevan.

“Pengembang harus bisa menjelaskan nilai proyeknya dengan jelas melalui digital, jangan hanya sekadar jualan visual,” pungkasnya.

Skema Pembayaran Kreatif Jadi Penyelamat

Di sisi lain, skema pembayaran kreatif dinilai bisa menjaga minat masyarakat untuk membeli properti di tengah tekanan daya beli. Associate Director Bank Artha Graha Internasional, Andy Dharma, mengatakan bunga rendah di awal cicilan menjadi salah satu cara untuk membantu konsumen membeli properti.

Namun, dia mengingatkan konsumen tetap perlu memahami skema bunga setelah masa promo selesai. “Pada awalnya bunga bisa disubsidi melalui promo. Setelah itu, bunga akan kembali ke level normal,” ujar Andy.

Bunga promo memang dapat meringankan beban konsumen pada fase awal pembelian. Namun, pembeli harus menghitung kemampuan membayar cicilan secara matang dan tidak boleh hanya melihat cicilan pada periode promo.

“Karena itu, konsumen perlu punya financial planning yang baik sebelum mengambil rumah,” katanya.

Andy menjelaskan pembiayaan properti tidak hanya dipengaruhi bunga KPR. Kenaikan biaya material dan tekanan biaya pembangunan juga ikut memengaruhi harga properti. Bagi yang masih bingung memilih antara beli rumah jadi atau bangun sendiri, pertimbangan biaya dan risiko menjadi semakin krusial di kondisi seperti ini. Kombinasi faktor-faktor ini membuat generasi muda semakin selektif dan mengandalkan data digital sebelum berkomitmen memiliki hunian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *