Saturday, 30 May 2026

BTN Lelang 10.000 Rumah Bekas KPR, Diskon Hingga 40% dengan Bunga Fixed 5%

BTN Lelang 10.000 Rumah Murah Diskon 40 Persen KPR Bunga 5 Persen

Jakarta — PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menggelar lelang akbar properti terbesar di Indonesia sepanjang 2026. Program ini menawarkan 10.000 unit rumah bekas KPR dengan potongan harga mencapai 40% dari harga pasar, menjadikannya peluang emas bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian di tengah tren harga properti yang terus meroket.

SEVP Assets Management BTN Benjamen Sihombing menjelaskan, rumah-rumah yang dilelang memiliki harga 20%-40% lebih rendah dibandingkan hunian baru sejenis. Selain harga kompetitif, BTN juga menyediakan skema KPR BTN Maju dengan bunga tetap 5% fixed selama lima tahun, uang muka mulai 1%, dan tenor hingga 30 tahun.

“Ini menjadi momentum besar buat masyarakat umum. Walau BI Rate naik 50 bps, KPR lelang kita masih bisa bertahan di bunga fixed 5% selama lima tahun,” ujar Benjamen dalam konferensi pers yang digelar Senin (25/5/2026).

Lelang Rumah Bekas KPR Jadi Solusi Harga Properti Melambung

Keputusan BTN melepas 10.000 unit rumah lelang bukan tanpa alasan. Data menunjukkan harga rumah baru di berbagai kota besar Indonesia melonjak signifikan sejak awal 2026. Kombinasi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia ke level 5,25% membuat cicilan KPR rumah baru semakin berat bagi masyarakat berpenghasilan menengah.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Banten, di mana krisis rumah menengah memaksa pembeli berbudget Rp3 Miliar beralih ke segmen lebih murah. Fenomena ini menunjukkan tekanan harga properti bukan hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di wilayah penyangga ibu kota.

Dalam kondisi seperti ini, rumah lelang menjadi alternatif strategis. Harga yang lebih rendah sekaligus bunga KPR yang lebih stabil memberikan kepastian finansial bagi pembeli, terutama mereka yang baru pertama kali mencicil hunian sendiri.

Target Penjualan 35%-45% dari Total Unit

Benjamen memproyeksikan BTN mampu menjual 35%-45% dari total 10.000 unit yang ditawarkan. Realisasi tersebut dinilai sudah sangat positif dan sejalan dengan strategi pemulihan aset kredit macet perseroan tahun ini.

“Itu sudah cukup luar biasa menggerakkan nilai ekonomi yang termasuk juga pemulihan kepada bank,” tambah Benjamen.

Program lelang berlangsung sepanjang tahun, dari Januari hingga Desember 2026. Masyarakat dapat mengakses seluruh properti yang dilelang melalui platform Bale Lelang BTN, baik melalui situs balelelang.btn.co.id maupun aplikasi mobile Bale by BTN.

Strategi BTN Hadapi Tantangan Pasar Properti

Lelang 10.000 rumah ini merupakan bagian dari strategi besar BTN untuk tetap menjadi motor penggerak kepemilikan hunian nasional. Di tengah kondisi pasar yang menantang, BTN memilih pendekatan berbeda: bukan hanya menjual properti baru, tetapi juga memberikan akses kepada masyarakat melalui rumah bekas berkualitas dengan harga terjangkau.

Bagi yang masih ragu memilih antara membeli rumah jadi atau membangun sendiri, opsi rumah lelang ini bisa menjadi alternatif menarik. Selain mendapatkan hunian siap huni, pembeli juga mendapat kepastian harga yang jauh lebih ringan dibandingkan harus memulai proyek pembangunan dari nol.

Langkah ini sekaligus menjadi instrumen pemulihan aset bagi BTN, sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat yang semakin kesulitan membeli rumah baru di tengah kenaikan harga properti dan suku bunga yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *