Jakarta — Pemerintah RI bergerak cepat menuntaskan backlog perumahan Ibu Kota lewat proyek raksasa di kawasan strategis. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan 800 unit rumah susun (rusun) bakal rampung pada 15 Juni 2026 mendatang.
Proyek ini menargetkan relokasi warga yang selama ini menempati rumah kumuh di bantaran rel kereta dekat Stasiun Pasar Senen. Menteri yang kerap disapa Ara itu memastikan pembangunan tidak berlama-lama.
300 Unit Rusun Siap Dibangun di Senen dan Kramat
Ara menjelaskan, tahap pertama pembangunan mencakup 300 unit yang akan berdiri di kawasan Senen dan Kramat. Lahan proyek ini merupakan aset milik PT Angkasa Pura yang kini beroperasi dengan nama Injourney.
“Tanah di Senen dan Kramat, itu tanahnya Angkasa Pura ya,” kata Ara dalam konferensi pers di BP BUMN, Rabu (1/4/2026).
Pemerintah menargetkan seluruh unit selesai dalam waktu singkat. Ara menegaskan fokus utama adalah penyelesaian, bukan sekadar peletakan batu pertama. Kemitraan dengan BUMN seperti KAI dalam proyek ini menunjukkan sinergi antarlembaga yang selama ini sudah berjalan, termasuk kolaborasi dalam pembangunan rusun subsidi di Manggarai.
“Kita enggak bicara mulainya, kita bicara selesainya. Selesainya 15 Juni di Senen dan di Kramat, ada 300 unit ya,” tegas Ara.
500 Unit Rusun Hibah PT KAI di Tanah Abang
Selain Senen dan Kramat, proyek rusun juga melibatkan kawasan Tanah Abang. Di lokasi ini, pemerintah menerima hibah lahan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk membangun 500 unit hunian vertikal. Skema hibah lahan BUMN untuk perumahan rakyat ini menjadi model baru yang bisa direplikasi di kota-kota besar lainnya.
Ara memastikan proyek di Tanah Abang juga menargetkan penyelesaian pada 15 Juni 2026, bersamaan dengan kawasan Senen.
“Tadi atas arahan Pak Dony (Kepala BP BUMN) dengan sangat cepat, Pak Dirut Kereta Api juga nanti ada di Tanah Abang ya Pak Dirut ya? Izin ya, ada 500 unit yang selesai juga 15 Juni 2026. Ini betul ya Pak Dirut ya? Gitu ya,” ungkap Ara.
Status Kepemilikan Rusun Masih Misteri
Belum ada kejelasan soal status kepemilikan ratusan rusun yang akan dibangun tersebut. Ara belum membeberkan apakah unit-unit ini akan berstatus sewa atau hak milik bagi penghuninya.
Yang pasti, pemerintah memastikan pembangunan ini untuk mengakomodir masyarakat yang hingga kini masih belum memiliki rumah layak huni di Jakarta. Angka backlog yang terus membesar membuat program rusun subsidi di berbagai daerah menjadi semakin mendesak untuk direalisasikan.
Backlog Perumahan Jakarta Butuh Solusi Cepat
Ara menegaskan kebutuhan perumahan bagi rakyat di Jakarta sangat mendesak dan harus ditangani dengan kecepatan luar biasa. Backlog perumahan di Ibu Kota tercatat sangat besar sehingga menuntut langkah strategis dari pemerintah.
“Memang di Jakarta itu sangat membutuhkan perumahan bagi rakyat dengan sangat cepat karena backlog-nya sangat besar, jadi kita juga akan bergerak dengan sangat cepat,” pungkas Ara.
Proyek 800 unit rusun di tiga kawasan strategis ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan masalah perumahan yang sudah berlarut. Kehadiran hunian layak bagi warga berpenghasilan rendah bukan sekadar janji, melainkan komitmen yang harus terealisasi sesuai target. Kebijakan seperti KPR subsidi dengan tenor 40 tahun juga menjadi pendukung penting bagi akses hunian terjangkau bagi MBR.











