Sunday, 31 May 2026

Gen Z Serbu Rumah Second, Harga Terjangkau dan Lokasi Premium Jadi Alasan Utama

Jakarta — Generasi Z mulai membelokkan radar pencarian hunian mereka ke arah yang tidak terduga: rumah bekas. Bukan karena pilihan sempit, melainkan strategi cerdas di tengah harga rumah baru yang terus meroket.

Pasar properti sekunder kini mencatat lonjakan minat yang signifikan dari kalangan muda berusia 20-an hingga awal 30-an. Mereka menyadari bahwa rumah second di kawasan matang justru menawarkan nilai lebih dibanding rumah baru di pinggiran kota.

Rumah Second Lokasi Premium, Harga Tetap Terjangkau

Banyak rumah bekas berada di lokasi premium dengan harga tanah yang masih mengacu pada nilai puluhan tahun lalu. Kondisi ini membuat harga jualnya jauh lebih kompetitif dibanding hunian baru di kawasan berkembang.

“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Infrastruktur Matang Jadi Magnet Utama

Rumah second umumnya berada di kawasan yang sudah berkembang dan memiliki infrastruktur matang. Transportasi umum, sekolah, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan sudah tersedia di sekitarnya.

“Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian.

Kondisi ini berbeda dengan rumah baru di pinggiran kota yang masih menunggu pembangunan infrastruktur. Gen Z semakin memahami bahwa aksesibilitas dan kesiapan fasilitas menjadi faktor penentu kenyamanan hunian.

Lelang Rumah Second Bakal Diramaikan Puluhan Ribu Aset

Dalam waktu dekat, pasar properti juga akan diramaikan oleh pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan harga yang bervariasi.

Kondisi ini menjadi momentum bagi Gen Z yang ingin mulai berinvestasi maupun memiliki rumah pertama. Skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus untuk rumah bekas juga tersedia, memudahkan generasi muda yang ingin membeli dengan sistem cicilan.

Pasar Sekunder Motor Pertumbuhan Properti Nasional

“Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” katanya.

Rumah-rumah yang dipasarkan telah melalui proses pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait status kepemilikan maupun administrasi aset.

“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tutur Panangian.

Gen Z membuktikan bahwa memiliki rumah tidak harus selalu tentang hunian baru. Dengan riset mendalam dan pemilihan lokasi tepat, rumah bekas bisa menjadi langkah awal yang solid menuju kepemilikan properti pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *