Jakarta — Komunitas pemburu lokasi angker asal Jepang, ANNYA, resmi mengincar Indonesia sebagai target ekspansi bisnis horor mereka. Organisasi yang didirikan oleh Kenbo Kiriki ini membuka sayembara berhadiah Rp50 juta bagi warga lokal yang bisa merekomendasikan rumah atau bangunan berhantu di Tanah Air.
Enam Tahun Gelar Uji Nyali di Jepang, Kini Ekspansi ke Indonesia
Sejak enam tahun lalu, ANNYA rutin menggelar acara eksplorasi rumah berhantu di berbagai kota di Jepang. Kini, Kenbo Kiriki menyatakan ketertarikan besar terhadap Indonesia sebagai lokasi baru kegiatan mereka. Melalui akun media sosial X @annyaobake, organisasi ini mengunggah pencarian rumah angker yang langsung viral dan memicu perhatian publik Indonesia. Hal ini sejalan dengan tren pasar properti Indonesia yang terus mencari nilai tambah dari berbagai segmen.
“Perwakilan ANNYA, yaitu Kenbo Kiriki, sangat menyukai Indonesia,” ujar Kiriki dikutip dari detikProperti, Jumat (29/5/2026).
Syarat Utama: Benar-Benar Ada Hantunya
ANNYA membuka sayembara bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk merekomendasikan rumah atau bangunan yang memiliki kisah mistis dan dianggap benar-benar berhantu. Lokasi yang dicari bisa berada di wilayah mana pun di Indonesia, namun ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi.
“Di mana pun tidak masalah asalkan tempat tersebut benar-benar ada hantunya,” tegas Kiriki.
Tak sembarang tempat yang dicari. Dalam unggahannya, ANNYA menyebut tengah mencari properti yang memiliki reputasi angker, sering dikaitkan dengan penampakan, atau memiliki sejarah kelam seperti sengketa maupun kasus kriminal. Tim ANNYA mengaku telah mengantongi sejumlah kandidat lokasi di Indonesia dan berencana datang langsung untuk survei serta investigasi. Beberapa di antaranya bisa jadi termasuk rumah-rumah second yang memiliki sejarah panjang.
Uji Nyali Semalam Penuh, Satu Kelompok per Hari
Sebagai bentuk apresiasi, ANNYA menjanjikan hadiah Rp50 juta kepada pihak yang memberikan rekomendasi apabila lokasi yang diusulkan akhirnya dipilih. Setelah lokasi ditetapkan, properti tersebut akan dijadikan tempat penyelenggaraan acara uji nyali yang menjadi ciri khas ANNYA di Jepang.
Peserta nantinya akan ditantang menghabiskan waktu semalaman di lokasi yang diklaim berhantu. Acara digelar secara eksklusif dengan sistem satu kelompok per hari.
“Kami menyelenggarakan acara di mana peserta menginap di properti yang benar-benar berhantu atau memiliki sejarah kelam mulai pukul 21.00 hingga 07.00 pagi,” kata Kiriki.
Potensi Bisnis Horor yang Menggiurkan di Indonesia
Langkah ANNYA ini membuka peluang baru di sektor pariwisata dan properti Indonesia. Bangunan-bangunan tua bersejarah yang selama ini terbengkalai bisa mendapat nilai tambah dari konsep wisata horor. Beberapa lokasi seperti Taman Festival Bali, bekas pabrik di Jawa, hingga rumah kolonial di kota-kota tua berpotensi menjadi incaran utama organisasi ini.
Bisnis wisata horor sendiri sudah terbukti menguntungkan di Jepang, dengan peserta rela membayar mahal untuk pengalaman menginap di lokasi angker. Jika eksporsi konsep ini berhasil di Indonesia, bukan tidak mungkin akan lahir industri serupa yang melibatkan properti-properti bersejarah di berbagai daerah. Properti bersejarah juga menjadi salah satu kategori yang terus diminati dalam tren material bangunan berkualitas untuk renovasi dan pemeliharaan.












