Jakarta — Kecerdasan buatan (AI) kini merambah jauh melampaui smartphone dan komputer. Perangkat rumah tangga sehari-hari mulai mengadopsi teknologi ini untuk bekerja lebih cerdas dan efisien. Mesin cuci, panel surya, hingga sistem keamanan rumah kini bisa menyesuaikan operasi secara otomatis tanpa perintah langsung pengguna. Fenomena ini sejalan dengan tren perangkat pintar yang berubah dari sekadar alat menjadi penjawab kebutuhan.
AI Wash: Mesin Cuci yang Membaca Kondisi Pakaian
Haier Indonesia resmi meluncurkan Haier L+, mesin cuci front load yang menggabungkan pencucian dan pengeringan dalam satu siklus. Perangkat ini dilengkapi teknologi AI Wash yang menganalisis jenis kain, berat muatan, dan tingkat kotoran untuk menentukan pengaturan optimal.
Yan Xuhong, Presiden Direktur Haier Indonesia, menjelaskan bahwa gaya hidup urban yang serba cepat mendorong kebutuhan akan perangkat otomatis. “Haier L+ memungkinkan proses mencuci dan mengeringkan berjalan dalam satu siklus instan berdurasi 59 menit saja. Solusi cerdas ini menjadi jawaban bagi ritme hidup masyarakat urban yang serba cepat, tanpa harus mengorbankan kualitas hasil cucian maupun waktu berharga bersama keluarga,” ujarnya.
Selain AI Wash, Haier L+ mengusung teknologi Heat Pump Drying yang mengelola suhu pengeringan lebih efisien dibanding metode konvensional. Fitur i-Refresh Smart Steam Care berbasis uap dan sistem sterilisasi turut melengkapi perangkat ini. Layar sentuh 10,1 inci menjadi pusat pengendalian seluruh fitur dalam satu antarmuka.
Dari Smart Lock hingga CCTV: Keamanan Jadi Prioritas
Tren smart home di Indonesia juga ditandai lonjakan perangkat keamanan berbasis IoT. Evomab baru-baru ini memperkenalkan smart lock dan CCTV pintar yang terintegrasi dengan aplikasi mobile. Kedua perangkat ini dirancang untuk memberikan akses jarak jauh dan pemantauan real-time kepada pemilik rumah.
Data dari berbagai riset pasar menunjukkan konsumen Indonesia semakin memprioritaskan faktor keamanan saat memilih perangkat smart home. Prediksi 15 juta rumah tangga Indonesia bakal menggunakan teknologi rumah pintar di 2026 memperkuat momentum pertumbuhan ini. Preferensi ini mendorong produsen lokal dan internasional untuk mengembangkan solusi keamanan yang lebih terjangkau dan mudah dipasang.
Tren Pasar Smart Home Indonesia Terus Menanjak
Pasar smart home Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Generasi Z menjadi segmen utama yang mendorong permintaan, terutama untuk perangkat yang terjangkau dan kompatibel dengan berbagai ekosistem digital. Shopee, misalnya, mencatat penjualan perangkat smart home melonjak selama periode kampanye digital Mei 2026.
Samsung SmartThings juga memperluas jangkauan ekosistemnya di Indonesia. Platform ini memungkinkan pengguna mengontrol berbagai perangkat dari berbagai merek dalam satu aplikasi terpadu. Konsep interoperabilitas ini menjadi kunci percepatan adopsi smart home di kalangan masyarakat perkotaan. Seperti yang terlihat dalam perluasan ekosistem rumah pintar Xiaomi dengan tiga perangkat AIoT terbaru.
Implikasi bagi Desain Rumah Masa Depan
Perkembangan AI dan IoT membawa dampak langsung terhadap desain hunian. Arsitek dan pengembang properti kini mempertimbangkan infrastruktur jaringan, penempatan sensor, dan sistem kabel tersembunyi sejak tahap perencanaan. Rumah pintar bukan lagi sekadar konsep futuristis, melainkan standar baru yang mulai diterapkan di proyek perumahan premium dan menengah.
Ketersediaan perangkat smart home yang semakin beragam dan terjangkau membuka peluang bagi lebih banyak keluarga Indonesia untuk mengadopsi teknologi ini. Integrasi AI ke dalam perangkat sehari-hari menandai babak baru dalam cara masyarakat menjalani kehidupan di rumah.














