Jakarta — Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mengambil langkah besar dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional. Bank yang berfokus pada layanan syariah ini menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp500 miliar untuk menyalurkan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen Bank BSN mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah. Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, memastikan bahwa persiapan KUR Perumahan sudah sangat matang dan diproyeksikan mulai berjalan paling lama dua bulan ke depan setelah mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pangsa Pasar Syariah Mendominasi
Data kinerja periode Januari hingga April 2026 menunjukkan capaian gemilang. Bank BSN berhasil merealisasikan penyaluran KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit dengan total plafon pembiayaan senilai Rp2,7 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia. Capaian ini sejalan dengan realisasi KPR FLPP 2026 yang baru mencapai 14 persen.
Capaian ini menempatkan Bank BSN pada posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar perumahan KPR Subsidi sebesar 23,4 persen. Di segmen perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi pertama dan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi Syariah mencapai 84 persen atau setara 16.523 unit.
“Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah,” kata Alex Sofjan Noor usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di kantor Bank BSN Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Proyek Mercusuar Kota Baru di Tangerang
Selain KUR Perumahan, Bank BSN juga bersiap masuk ke pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai aturan terbaru. Proyek mercusuar yang akan digarap adalah rencana pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang menggunakan lahan dari Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektare.
Kota Baru tersebut nantinya akan menjadi contoh kawasan terpadu mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga olahraga bagi MBR dan menengah tanggung. Alex memastikan proses KUR Perumahan akan dijalankan oleh Bank BSN dengan persiapan yang sudah matang.
Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi atas pertumbuhan signifikan ini. “Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti,” ungkap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Lebih lanjut Ara menambahkan, sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjalankan program yang “Pro-Rakyat”, saat ini tengah dilakukan simulasi opsi tenor panjang hingga 40 tahun. Opsi ini ditujukan terutama bagi pekerja muda seperti PNS, TNI, dan Polri yang baru memulai karier. Sosialisasi ke sektor perbankan terkait skema ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Skema tenor panjang ini merupakan kelanjutan dari program tenor KPR 40 tahun yang diusulkan Menteri Ara.
Alex optimis Bank BSN siap mendukung penuh program pemerintah dan menjadi pemain utama dalam program KPR subsidi nasional. “Bank BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti,” pungkas Alex. Dengan capaian ini, Bank BSN semakin mendekati torehan BTN yang telah menyalurkan 6 juta KPR Subsidi sejak awal berdiri.














