Today

Padel Jadi Tren Properti 2026, Knight Frank Sebut Lapangan Olahraga Ini Dongkrak Nilai Hunian

Lapangan padel sebagai tren properti 2026 menurut riset Knight Frank

Jakarta — Bisnis lapangan padel ternyata bukan sekadar tren olahraga sesaat. Knight Frank, perusahaan konsultan real estate internasional, memasukkan padel sebagai salah satu sektor properti paling menjanjikan sepanjang 2026.

Popularitas olahraga berisik asal Spanyol ini meledak di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Lapangan padel bermunculan di kawasan elite Jakarta, Bandung, hingga Bali. Banyak pengembang properti kini melirik padel sebagai nilai tambah untuk kawasan hunian premium, sejalan dengan tren hunian berkelanjutan yang makin diminati investor.

Padel Jadi Magnet Baru di Kawasan Hunian

Keberadaan lapangan padel di sebuah kawasan residensial terbukti mendongkrak nilai jual properti. Knight Frank mencatat sektor lifestyle menjadi salah satu pendorong pertumbuhan properti tahun ini, bersama e-commerce, energi terbarukan, pariwisata, dan food and beverages.

“Beberapa sektor memiliki daya ungkit positif terhadap pertumbuhan properti tahun depan, diantaranya lifestyle, e-commerce, energi terbarukan, pariwisata, serta food and beverages (FnB),” ujar Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Syaukat dalam keterangan resmi (23/1).

Prospek Properti Nasional Tetap Optimistis

Pasar properti Indonesia memasuki 2026 dengan nada moderat tapi tetap optimistis, tak terkecuali soal kenaikan NJOP properti yang terus menyedot perhatian publik. Sekitar 61 persen pemangku kepentingan memprediksi pertumbuhan investasi properti akan tumbuh secara moderat. Beberapa subsektor seperti industri dan pergudangan justru diprediksi meningkat.

“Resiliensi pasar tercermin dari meningkatnya penetrasi green-office buildings di tengah pasokan berlimpah, transformasi ritel menjadi katalis bagi traffic konsumen, serta ekspansi sektor pergudangan yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai growth engine dalam lansekap properti saat ini,” kata Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip.

Tren Properti Lain yang Tak Boleh Terlewatkan

Selain padel, Knight Frank mengidentifikasi beberapa tren properti yang bakal mendominasi 2026. Pengembangan pusat data hijau atau green data center masuk radar utama. Mixed use di sekitar kawasan berorientasi transit (TOD) juga makin diminati developer.

Ekspansi pergudangan terus berlanjut, didorong pertumbuhan e-commerce yang tak terbendung. Rumah tapak di area suburb atau pinggiran kota menunjukkan tren stabil. Sementara transformasi ritel menjadi katalis baru bagi pergerakan konsumen.

Lima Kota dengan Prospek Cerah

Berdasarkan survei Knight Frank Indonesia, Jabodetabek, Bali, Surabaya, Semarang, dan Makassar menjadi lima kota dengan prospek pertumbuhan properti positif di 2026. Indonesia juga masuk dalam radar investasi global sebagai basis kedua atau ketiga bagi para investor asing.

“Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam radar investasi, dengan peran sebagai basis kedua atau ketiga bagi para investor,” kata Head of Research Knight Frank Asia Pacific, Christine Li.

Pemerintah sebelumnya menerapkan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa hiburan sebesar 10 persen, termasuk untuk bisnis padel. Kebijakan ini menjadi catatan tersendiri bagi pelaku industri yang terus berekspansi di tengah momentum positif pasar properti nasional.

Related Post

Leave a Comment