Saturday, 30 May 2026

5,23 Juta ASN Belum Punya Rumah, KORPRI dan BTN Luncurkan KPR 30 Tahun

ASN Indonesia belum memiliki rumah sendiri program KPR KORPRI tenor 30 tahun

Jakarta — Hanya 22 persen aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia yang memiliki rumah sendiri. Sisanya, sekitar 5,23 juta orang dari total 6,7 juta ASN, masih mengontrak atau tinggal di rumah orang tua. Kondisi ini mendorong Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) untuk meluncurkan program “Perumahan ASN” dengan skema KPR hingga 30 tahun. Sebelumnya, BTN juga telah menyalurkan 6 juta rumah subsidi dengan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat unbanked.

78 Persen ASN Masih Tanpa Hunian Milik Sendiri

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum KORPRI Zudan Arif Fakrulloh menyebut angka ini mengejutkan. Dari total 6,7 juta ASN yang tersebar di seluruh Indonesia, baru 1,47 juta orang yang berhasil memiliki rumah sendiri. Artinya, hampir empat dari lima abdi negara belum punya aset hunian pribadi.

“ASN harus tenang memiliki hunian agar dapat bekerja secara optimal dan fokus melayani masyarakat. Karena itu KORPRI hadir untuk menjembatani kebutuhan ASN melalui program yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Zudan melalui siaran pers, Jumat (29/5/2026).

KPR Tenor 30 Tahun Jadi Solusi Jangka Panjang

Program ini dirancang untuk mendukung target pembangunan 3 juta rumah bagi ASN. KORPRI dan BTN menyiapkan skema pembiayaan khusus, termasuk perumahan non-subsidi dengan tenor KPR hingga 30 tahun. Durasi panjang ini diharapkan meringankan beban cicilan bagi pegawai negeri dengan penghasilan tetap namun terbatas. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui KPR 40 tahun yang menjadi harapan pengembang di tengah terpuruknya pasar properti nasional.

Direktur Utama BTN Nixon L. P. Napitupulu menegaskan bahwa ASN merupakan segmen strategis dalam pembiayaan perumahan nasional. “Kami ingin memberikan kepastian hunian bagi ASN melalui kebijakan pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau,” kata Nixon.

Dampak Kesejahteraan ASN terhadap Pelayanan Publik

Zudan menilai kesejahteraan ASN tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pegawai, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap integritas dan kualitas pelayanan publik. ASN yang memiliki hunian sendiri cenderung lebih fokus dalam bekerja tanpa dibebani kekhawatiran soal tempat tinggal.

Program Perumahan ASN ini menjadi langkah konkret KORPRI dalam menjawab kebutuhan dasar para abdi negara. Sebagai perbandingan, program KPR 40 tahun dengan cicilan mulai Rp700 ribuan juga telah diluncurkan pemerintah untuk mempermudah akses rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan kolaborasi bersama BTN, diharapkan jumlah ASN yang memiliki rumah sendiri dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *