Today

Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan Hijau 2026

Dimas Prayoga

Material ramah lingkungan untuk arsitektur hijau

Jakarta — Industri konstruksi Indonesia memasuki babak baru dalam momentum ARCH:ID 2026 yang berlangsung di ICE BSD pada 23-26 April lalu. Pameran arsitektur terbesar di Tanah Air ini menjadi panggung bagi para arsitek, desainer interior, hingga pelaku industri kreatif untuk mengeksplorasi inovasi material ramah lingkungan yang kini bergerak dari tren menuju standar wajib. Gelaran ini melanjutkan euforia dari IndoBuildTech Bandung 2026 yang juga mengangkat tema serupa.

Water-Based Coating: Solusi Pelapis Masa Depan

Salah satu gebrakan paling mencolok dari ARCH:ID 2026 adalah maraknya adopsi teknologi pelapis berbasis air atau water-based coating. Berbeda dari produk berbahan solvent konvensional, material ini memiliki kandungan emisi volatil (VOC) yang jauh lebih rendah. Dampaknya langsung terasa: pengurangan polusi udara dalam ruang sekaligus peningkatan kualitas kesehatan penghuni.

Transformasi ini membuktikan bahwa industri material konstruksi mampu bergerak menuju solusi bertanggung jawab tanpa mengorbankan performa. Berbagai produk pelapis kini dirancang tetap memberikan daya tahan tinggi sekaligus mendukung standar bangunan hijau yang semakin ketat. Tren ini sejalan dengan temuan soal material bangunan berkualitas yang menjadi kunci rumah awet.

Kebutuhan Ruang Hidup Sehat Mendorong Perubahan

CEO Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, menilai perubahan preferensi material ini tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan akan ruang hidup yang lebih sehat. “Kami melihat kebutuhan akan material yang lebih sehat dan ramah lingkungan semakin meningkat. Water-based coating menjadi salah satu solusi yang dapat menjawab tantangan tersebut tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya saat gelaran ARCH:ID 2026.

Kampanye penggunaan produk water-based sebagai solusi masa depan dalam dunia konstruksi dan desain juga semakin aktif mengedukasi pasar. Pelaku industri berupaya mempercepat adopsi material eco-friendly melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari pemerintah.

Dari Alternatif Menjadi Standar Baru

Partisipasi berbagai pihak dalam ARCH:ID 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri dan pelaku kreatif dalam mendorong adopsi material eco-friendly secara lebih luas. Dukungan pemerintah menjadi faktor krusial dalam mempercepat transformasi menuju arsitektur berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Dengan semakin banyaknya inovasi dan meningkatnya kesadaran pasar, penggunaan material ramah lingkungan kini bukan lagi alternatif. Material eco-friendly telah menjadi bagian dari standar baru dalam membangun — mengarah pada masa depan arsitektur yang lebih hijau, sehat, dan bertanggung jawab bagi generasi mendatang.

Related Post

Leave a Comment