Jakarta — Ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut tidak menyurutkan langkah pengembang properti Indonesia untuk menggarap segmen hunian ultra-premium. Justru, sejumlah pemain besar kini mengalihkan fokus ke pasar ultra high net worth (UHNW) yang dinilai lebih kebal terhadap fluktuasi pasar.
Tren ini terlihat jelas dari peluncuran Island Villa di NavaPark BSD City, proyek hunian super premium hasil kolaborasi Sinar Mas Land dan Hongkong Land. Harga unit di kawasan ini dimulai dari Rp80 miliar, menandai masuknya pengembang ke segmen yang sangat eksklusif.
Pasar UHNW: Blue Ocean yang Menggiurkan
Head of Marketing & Business Development NavaPark Wanto Ngali menjelaskan, kelompok UHNW di Indonesia hanya mencakup sekitar 0,005% dari total populasi. Meski jumlahnya sangat terbatas, segmen ini memiliki daya beli yang jauh lebih kuat dibandingkan pembeli properti pada umumnya.
“Kami mencoba masuk ke pasar yang bisa dibilang blue ocean, yaitu pasar yang sangat niche dan sangat kecil, yakni ultra high net worth,” ujar Wanto dalam peluncuran Island Villa di Kawasan BSD City, Tangerang, Rabu (3/6/2026).
NavaPark sebenarnya sudah menggarap pasar high-end sejak 2020. Respons positif dari pasar mendorong perusahaan melangkah ke segmen yang lebih eksklusif. Island Villa hadir dengan konsep “living in a green ocean” yang menghadirkan kawasan hunian di tengah area botani seluas 10 hektare.
Bukan Sekadar Rumah, Tapi Simbol Pencapaian
Yang menarik dari segmen UHNW adalah motivasi pembelian yang berbeda. Bagi kelompok ini, properti bukan sekadar tempat tinggal, melainkan representasi kesuksesan dan lingkungan eksklusif yang dihuni kalangan dengan profil serupa.
“Ini bukan sekadar produk. Ada emotional bonding yang kami bangun. Bagi segmen ini, rumah juga menjadi simbol pencapaian dan representasi kesuksesan,” kata Wanto.
NavaPark juga menegaskan bahwa Island Villa dirancang sebagai produk yang tidak mudah direplikasi. Konsep unik dengan tingkat kepadatan yang sangat rendah membutuhkan investasi besar dari pengembang, menjadikannya sebagai satu-satunya di kelasnya.
Serpong Masih Dipercaya untuk Hunian Ultra-Mahal
Sejumlah pihak sempat meragukan kemampuan kawasan Serpong untuk menyerap hunian dengan harga di atas Rp100 miliar. Namun, Wanto menyebut permintaan dari kalangan berdaya beli tinggi justru menunjukkan tren positif. Pasar ultra-premium di Indonesia terbukti masih memiliki potensi besar meski di tengah perlambatan ekonomi.
Pengembangan Island Villa juga merupakan langkah berani bagi Sinar Mas Land bersama Hongkong Land. Dengan tingkat kepadatan yang sangat rendah dan investasi infrastruktur botani skala besar, proyek ini menjadi eksperimen sekaligus benchmark bagi industri properti nasional.
Tren pengembang yang beralih ke segmen UHNW ini mengindikasikan adanya polarisasi pasar properti Indonesia. Sementara segmen menengah dan menengah bawah menghadapi tantangan daya beli, segmen premium justru menunjukkan ketahanan yang mengesankan.













