Today

SCBD Jadi Raja Harga Tanah Jakarta, Menteng Tak Lagi Nomor Satu

Kawasan SCBD Jakarta kawasan dengan harga tanah termahal

Jakarta — Harga tanah di Jakarta selalu menjadi perbincangan hangat, terutama bagi mereka yang berencana berinvestasi di sektor properti. Selama ini, Menteng di Jakarta Pusat kerap dianggap sebagai kawasan dengan harga tanah paling mahal di ibu kota. Namun, fakta terbaru menunjukkan bahwa predikat tersebut kini bergeser ke wilayah lain yang justru lebih strategis dari sisi bisnis.

SCBD Jadi Raja Harga Tanah Jakarta

Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia Martin Hutapea mengungkapkan data mengejutkan soal harga tanah di berbagai kawasan Jakarta. Ternyata, Sudirman Central Business District (SCBD) menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan harga tanah termahal di Jakarta.

“Paling mahal ya di SCBD nilainya sekitar Rp 200-300 juta per meter persegi. Itu nilai, ya, artinya perkiraan, setelah transaksi bisa berubah,” ujar Martin dalam Media Briefing Leads Property.

Angka tersebut jauh melampaui Menteng yang selama ini dianggap sebagai kawasan elit paling mahal. Di Menteng, harga tanah berkisar antara Rp 70-100 juta per meter persegi karena dekat dengan kawasan bisnis. Sementara itu, kawasan Sudirman di luar SCBD memiliki harga Rp 180-200 juta per meter persegi. Bagi investor pemula, penting untuk memahami tanda-tanda properti overpriced sebelum mengambil keputusan investasi.

Pondok Indah Masih di Bawah Menteng

Kawasan Pondok Indah yang dikenal sebagai permukiman mewah di Jakarta Selatan ternyata memiliki harga tanah yang lebih rendah dibanding Menteng. Harga tanah di Pondok Indah berkisar Rp 40-60 juta per meter persegi.

Posisi ini menunjukkan bahwa proximity terhadap pusat bisnis menjadi faktor utama penentu harga tanah, bukan sekadar reputasi sebagai kawasan elit perumahan. Para pengembang properti pun semakin optimis dengan prospek pasar hunian di tahun 2026 ini.

Faktor Penentu Harga Tanah di Jakarta

Harga tanah di sebuah kawasan dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial. Pertama, kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi menjadi penentu utama. Kawasan SCBD yang menjadi pusat keuangan dan bisnis utama Jakarta memiliki permintaan lahan yang sangat tinggi dari perusahaan multinasional.

Kedua, ketersediaan infrastruktur transportasi juga mempengaruhi valuasi tanah. Kawasan Sudirman yang dilalui oleh MRT dan berbagai moda transportasi umum lainnya memiliki aksesibilitas yang sangat baik sehingga harga tanahnya terus melambung.

Ketiga, reputasi kawasan sebagai pusat bisnis internasional turut menjadi penentu. Banyak perusahaan asing yang memilih berkantor di SCBD karena reputasinya sebagai bisnis distrik kelas dunia. Di sisi lain, penjualan rumah di pasar primer Indonesia mengalami tren yang perlu dicermati oleh para pelaku industri.

Bagi calon pembeli rumah atau investor properti, pemahaman soal peta harga tanah di Jakarta menjadi krusial. Meskipun harga tanah di kawasan premium sudah sangat tinggi, namun kawasan alternatif di sekitarnya masih menawarkan peluang investasi yang menarik dengan harga yang lebih terjangkau.

Related Post

Leave a Comment