Pelemahan Rupiah Dorong Pengembang Gencar Bangun Hunian Vertikal TOD
Jun. 1, 2026
Pelemahan rupiah dan biaya konstruksi naik memaksa pengembang beralih ke hunian vertikal di kawasan TOD. Konsep transit oriented development makin diminati.
Today
Jun. 1, 2026
Pelemahan rupiah dan biaya konstruksi naik memaksa pengembang beralih ke hunian vertikal di kawasan TOD. Konsep transit oriented development makin diminati.
Jun. 1, 2026
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai memberikan tekanan bagi industri perumahan nasional. Para pengembang mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bangunan berpotensi menghambat program 3 juta rumah.
Jun. 1, 2026
Ketua REI Joko Suranto memperkirakan dampak kenaikan dolar AS ke sektor perumahan baru terasa dalam 3-6 bulan. Segmen rumah subsidi dan perumahan rakyat paling terdampak karena margin tipis dan ketergantungan bahan bangunan impor.
Jun. 1, 2026
Kenaikan dolar AS mulai mengirim sinyal peringatan bagi industri perumahan nasional. Pengembang memperkirakan dampak penuhnya baru terasa 3-6 bulan ke depan, namun tekanan harga bahan bangunan sudah mulai dirasakan di lapangan.
Jun. 1, 2026
Penjualan rumah tapak di Indonesia terkoreksi tajam di awal semester II-2026. Pengembang besar mendesak pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP agar Program 3 Juta Rumah tidak mandek.
May. 31, 2026
Pelemahan rupiah ke level Rp17.500 per dolar AS memunculkan kekhawatiran terhadap sektor properti nasional. Namun, mayoritas pengembang ternyata tidak bergantung pada utang dolar AS.
May. 31, 2026
BRI Consumer Expo 2026 menghadirkan bunga KPR 1,75% fixed selama setahun dan promo eksklusif dari 58 pengembang properti di Jakarta.
May. 30, 2026
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menegaskan harga rumah subsidi FLPP tidak akan naik meski pengembang mengusulkan kenaikan akibat biaya konstruksi dan inflasi yang meningkat.
May. 30, 2026
Pelemahan rupiah hingga Rp17.500 dan kenaikan BBM membuat biaya material bangunan meroket 15%. Pengembang terjebak antara kenaikan biaya dan daya beli masyarakat yang belum pulih.
May. 30, 2026
Pelemahan rupiah memukul industri properti nasional. Harga material bangunan naik rata-rata 15 persen, pengembang rumah subsidi terhimpit margin. Supplier minta bayar di depan, penjualan masih stagnan.