Jakarta — Bank Tabungan Negara (BTN) resmi menggelar Lelang Akbar 2026, menawarkan 10.000 unit rumah bekas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan harga miring. Program lelang tahunan ini menjadi peluang emas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan generasi muda untuk memiliki hunian sendiri di tengah tekanan harga properti yang terus merangkak naik.
Rumah-rumah yang dilelang merupakan properti yang sebelumnya dimiliki oleh nasabah BTN yang mengalami gagal bayar atau menyerahkan unitnya secara sukarela. Kondisi fisik hunian umumnya masih layak huni dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jabodetabek hingga kota-kota penyangga.
Diskon Hingga 40%, Bunga Fixed 5%
Keunggulan utama Lelang Akbar BTN tahun ini terletak pada harga jual yang bisa mencapai 40 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar. Selain itu, BTN menawarkan skema pembiayaan KPR lelang dengan bunga fixed 5 persen selama masa tenor tertentu, jauh lebih ringan dibandingkan suku bunga KPR konvensional yang saat ini berkisar 7-9 persen.
“Kami ingin memastikan bahwa hunian layak bukan hanya impian, tapi bisa diwujudkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Direktur Utama BTN dalam keterangan resminya.
Cara Ikut Lelang BTN 2026
Masyarakat yang berminat bisa mengikuti lelang secara langsung di kantor pengelola lelang atau melalui platform digital yang disediakan BTN. Calon peserta wajib menyetor uang jaminan (deposit) sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta, tergantung nilai properti yang dilelang.
Langkah pertama, calon pembeli harus mendaftar sebagai peserta lelang dan memilih properti yang diinginkan dari katalog yang tersedia. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi lelang pada hari yang telah ditentukan. Jika menang, pembeli berhak mendapatkan diskon signifikan dan bisa langsung mengajukan pembiayaan KPR lelang.
Target: 4.500 Unit Terjual
BTN menargetkan sekitar 4.500 unit rumah bisa terjual melalui Lelang Akbar 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap program sejenis.
Menariknya, BTN juga menggandeng sejumlah mitra perbankan untuk memperluas akses pembiayaan. Beberapa bank mitra menawarkan cicilan mulai Rp1 juta per bulan dengan tenor hingga 20 tahun, menjadikan program ini semakin terjangkau bagi kalangan pekerja bergaji UMR.
Pasar Sekunder Makin Bergairah
Lelang Akbar BTN ini sejalan dengan tren pasar properti sekunder yang terus menunjukkan penguatan di awal 2026. Data menunjukkan penjualan rumah bekas naik signifikan karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan hunian baru, terutama di kawasan pinggiran kota besar.
Bagi masyarakat yang sedang mencari hunian pertama atau ingin berinvestasi properti, program lelang BTN layak menjadi pertimbangan serius. Dengan harga diskon besar dan cicilan ringan, memiliki rumah bukan lagi sekadar angan-angan.
Tren ini juga didukung oleh semakin banyaknya bank yang menawarkan skema KPR ringan untuk berbagai segmen pembeli. BTN sendiri telah menyalurkan jutaan KPR subsidi sepanjang tahun ini, membuktikan komitmen perseroan dalam memperluas akses pemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat.














