Jakarta — Peluang memiliki rumah kini semakin terbuka lebar bagi generasi Z. Pasar rumah bekas atau secondary market diproyeksikan menjadi motor penggerak baru industri properti nasional sepanjang 2026, membuka jalan bagi anak muda untuk pertama kali masuk ke dunia kepemilikan hunian.
Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit, memastikan bahwa momentum pergeseran ke pasar sekunder bukan sekadar tren sesaat. Keterbatasan suplai rumah baru yang tak mampu mengejar lonjakan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun menjadi pendorong utama fenomena ini. Hal ini sejalan dengan tren skema sewa miliki rumah yang siap diluncurkan pemerintah Juni 2026.
Rumah Second Jadi Senjata Utama Gen Z
“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Panangian di Jakarta, Selasa (19/5).
Bukan tanpa alasan. Rumah-rumah bekas yang beredar di pasar sekunder umumnya berlokasi di kawasan yang sudah hidup dengan infrastruktur terbentuk. Harga tanah di lokasi-lokasi semacam ini terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga nilainya sudah melebihi harga beli puluhan tahun silam.
“Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian.
Pelepasan Puluhan Ribu Aset Melalui Lelang
Dalam waktu dekat, panitia rencana akan melepas puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang. Jumlah ini diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Segmen properti yang dipasarkan bervariasi, mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen, hingga kavling dengan rentang harga beragam. Keberadaan agen properti bersertifikat resmi menjadi faktor krusial dalam transaksi lelang ini, sejalan dengan aturan baru yang mewajibkan semua agen properti punya sertifikat mulai Oktober 2026.
“Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” katanya.
KPR Khusus Perkuat Akses Kepemilikan
Panangian menambahkan, seluruh rumah yang akan dipasarkan telah melalui pengecekan legalitas menyeluruh. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek administrasi maupun status kepemilikan properti. Skema Kredit Pemilikan Rumah khusus juga dirancang bagi masyarakat yang ingin mencicil rumah second dengan cicilan yang lebih ringan.
Upaya ini menjadi jawaban atas backlog perumahan nasional yang masih tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder berpotensi menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional, terutama di kawasan-kawasan strategis seperti Balikpapan yang prospek propertinya tetap cerah berkat pembangunan IKN.
“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tutur Panangian.














