Today

30 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia 2026, Apa Hubungannya dengan Pilihan Hunian?

Jihan Amalia

30 kota paling ramah pejalan kaki di dunia tahun 2026

Jakarta — Berjalan kaki ternyata bukan sekadar aktivitas sederhana. Sebuah laporan terbaru dari platform tur internasional GuruWalk menempatkan kota-kota paling ramah pejalan kaki di dunia, dan hasilnya memunculkan tren baru yang mulai mempengaruhi keputusan memilih hunian.

Laporan “Best 100 Walking Cities 2026” yang dirilis GuruWalk ini disusun berdasarkan lebih dari 467 ribu ulasan wisatawan terverifikasi dari sekitar 3.600 tur di lebih dari 800 kota di seluruh dunia. Roma, Italia, menempati puncak daftar berkat kawasan bersejarahnya yang mudah dijelajahi hanya dengan berjalan kaki.

Walkability Jadi Faktor Penentu dalam Memilih Rumah

Konsep walkability atau keterjangkauan jalan kaki kini bukan hanya urusan pariwisata. Di Indonesia, tren ini mulai merambah keputusan konsumen properti. Kawasan hunian yang dekat dengan fasilitas publik, transportasi massal, dan area komersial semakin diminati, terutama oleh generasi muda.

Data dari berbagai pengembang menunjukkan bahwa properti di kawasan Transit Oriented Development (TOD) mengalami peningkatan permintaan signifikan. Kawasan seperti Manggarai yang dikembangkan menjadi CBD setara SCBD dan sejumlah stasiun MRT lainnya menjadi incaran utama pembeli rumah karena aksesibilitas yang tinggi.

Kota-kota Eropa Jadi Inspirasi Pengembangan Hunian di Indonesia

Dalam daftar 30 besar kota paling ramah pejalan kaki, kota-kota Eropa mendominasi seluruh posisi 10 teratas. Madrid, Spanyol, menempati urutan kedua, diikuti Budapest, Praha, Lisbon, dan Amsterdam. Semua kota ini memiliki kesamaan: kawasan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik dan area pejalan kaki.

Pola pengembangan ini mulai diadopsi oleh pengembang Indonesia. Konsep mixed-use development yang menggabungkan hunian, pusat perbelanjaan, dan akses transportasi massal menjadi formula baru dalam perencanaan kawasan pemukiman.

Asia Tumbuh Cepat, Termasuk Tokyo yang Melonjak 16 Peringkat

Laporan GuruWalk juga mengungkapkan pergeseran pola perjalanan global. Asia menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Tokyo, Jepang, naik 16 peringkat ke posisi ke-20, sementara kota-kota Asia lainnya seperti Kyoto, Hanoi, dan Ho Chi Minh City juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Tren ini memperkuat argumen bahwa kawasan perkembangan di Asia, termasuk Indonesia, perlu mengadopsi prinsip walkability dalam perencanaan kota dan hunian.

Implikasi untuk Pasar Properti Indonesia

Bagi calon pembeli rumah, tren walkability ini memberikan sinyal penting. Properti yang berada di kawasan dengan aksesibilitas jalan kaki yang baik cenderung memiliki nilai investasi lebih stabil dan berpotensi apresiasi lebih tinggi dalam jangka panjang.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sendiri terus mendorong pengembangan hunian vertikal di kawasan TOD untuk mendukung program 3 juta rumah. Langkah ini sejalan dengan tren global yang menempatkan walkability sebagai salah satu indikator kualitas hunian modern. Dalam konteks Indonesia, tren ini memperkuat urgensi pergeseran dari hunian tapak konvensional menuju model hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi massal.

Related Post

Leave a Comment