Sunday, 31 May 2026

KAI Gandeng BTN Sulap Manggarai Jadi CBD Baru Setara SCBD, 62 Hektare Lahan Siap Dikembangkan

Kawasan Stasiun Manggarai yang akan disulap menjadi CBD baru setara SCBD

Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana ambisius untuk mengubah kawasan Stasiun Manggarai menjadi pusat bisnis baru yang setara Sudirman Central Business District (SCBD). Proyek senilai triliunan rupiah ini akan mengembangkan lahan seluas 62 hektare dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) berkelas dunia.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pengembangan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sang presiden meminta agar kawasan Manggarai dilengkapi fasilitas premium termasuk convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan leisure bertaraf internasional. Kebijakan ini sejalan dengan ambisi pemerintah membangun hunian vertikal di kawasan strategis, seperti yang juga dilakukan dalam proyek TOD Kembangan-Balaraja.

“Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD,” ujar Bobby dalam konferensi pers yang dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (23/5/2026).

Tahap Pertama: Tiga Tower di Atas Lahan 2,2 Hektare

Pembangunan akan dimulai dari tahap awal di atas lahan 2,2 hektare dengan konstruksi tiga tower apartemen di atas area seluas 8.000 meter persegi. Tahap kedua menyusul dengan pembangunan delapan tower tambahan di lahan 1,6 hektare. Targetnya, proses konstruksi dan serah terima unit rampung dalam waktu sekitar 13 bulan.

KAI menargetkan pembangunan fisik dimulai pada Juli hingga Agustus 2026. Bank Tabungan Negara (BTN) ditunjuk sebagai mitra strategis untuk pembiayaan konstruksi sekaligus penyediaan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi calon pembeli. Strategi pengembangan TOD ini mengingatkan pada proyek Meikarta yang kembali hidup dengan 141.000 unit rusun subsidi.

Unit Lebih Luas dari Hunian Subsidi

Berbeda dari proyek hunian subsidi pada umumnya, apartemen TOD Manggarai menawarkan unit dengan ukuran lebih lega. Setiap unit memiliki luas antara 45 meter persegi hingga 54 meter persegi, dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang sedang bertumbuh.

“Nah, ini kita sudah pikirkan bahwa unit ini itu akan bisa digunakan untuk keluarga-keluarga yang bertumbuh,” kata Bobby.

Manggarai: Titik Pertemuan Transportasi Multimodal

Keunggulan utama kawasan ini terletak pada konektivitas transportasinya yang luar biasa. Stasiun Manggarai menjadi simpul utama yang menghubungkan KRL Commuter Line, kereta api jarak jauh, LRT Jabodebek, dan rencana kereta bandara. Kombinasi ini menjadikan Manggarai sebagai salah satu lokasi paling strategis untuk pengembangan TOD di Indonesia, mirip dengan konsep proyek hunian resort Agung Sedayu Group di PIK2.

Konsep TOD sendiri mengedepankan integrasi hunian, komersial, dan transportasi publik dalam satu kawasan terpadu. Model pengembangan ini telah terbukti sukses di berbagai kota besar dunia seperti Tokyo, Hong Kong, dan Singapura.

Dengan realisasi proyek ini, kawasan Manggarai diprediksi akan berubah total menjadi pusat ekonomi baru yang tidak hanya melayani kebutuhan hunian, tetapi juga menjadi mesin penggerak perekonomian Jakarta bagian selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *