Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) merancang kawasan Stasiun Manggarai menjadi central business district (CBD) kedua setelah SCBD. Proyek senilai triliunan rupiah ini menggandeng BTN untuk menghadirkan hunian subsidi bergaya vertikal dengan cicilan mulai Rp2,9 juta per bulan.
Konsep TOD Kedua Prabowo untuk Jakarta
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkap konsep pengembangan 62 hektare kawasan Manggarai. Kawasan ini akan mengusung Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi penuh dengan transportasi publik. Bobby menjelaskan, konsep tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Konsep CBD Manggarai ini merupakan pengembangan dari rencana awal KAI dan BTN yang diumumkan sebelumnya.
“Jadi, nanti ke depannya itu tidak hanya seperti Kalibata yang hanya ada vertical building-nya saja, tapi ini nanti juga ada kawasan komersialnya, kemudian ada kawasan bisnisnya, ada tempat olahraga dan leisure juga,” kata Bobby.
Bahkan, Prabowo meminta agar dibangun convention hall bintang lima, hotel bintang lima, hingga kawasan hiburan kelas atas. Bobby menegaskan, arahan presiden ini menjadikan Manggarai sebagai pusat bisnis baru yang setara SCBD.
Rumah Subsidi Rp500 Juta, Cicilan Tetap 30 Tahun
Di balik ambisi CBD mewah, KAI menyisipkan program hunian layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Anak usaha KAI, PT KA Properti Manajemen, akan membangun tujuh tower setinggi 24 lantai di atas lahan 2,1 hektare milik KAI.
Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto menjelaskan, Blok G akan berisi 1.210 unit hunian untuk MBR dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT). Tipe yang ditawarkan adalah tipe 36 dan tipe 45.
“Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp 500 juta sampai Rp 630 juta untuk luasan 45,” kata Endiyanto.
Sementara itu, Blok F akan menampung 3.432 unit hunian dengan konsep lebih premium. Seluruh proyek ini menargetkan groundbreaking pada Juli 2026 dan rampung akhir 2027.
BTN Garansi Cicilan Fix 30 Tahun
Bank BTN menawarkan skema pembiayaan yang sangat terjangkau bagi calon pembeli. Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati, menjelaskan detail simulasi cicilannya. Skema ini sejalan dengan program KPR subsidi 40 tahun yang memangkas cicilan hingga Rp280 ribu per bulan.
Untuk hunian seharga Rp500 juta, pembeli cukup menyiapkan uang muka 1 persen atau sekitar Rp5 juta. Plafon kredit yang disetujui mencapai Rp495 juta dengan tenor 30 tahun.
“Jadi, kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6 persen itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya Rp 2,9 juta, fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap 5 tahun, angsurannya tetap gitu ya,” ungkap Umi.
Dukungan BUMN Lainnya
KAI juga menggandeng sejumlah BUMN untuk menyokong fasilitas kawasan. Pasokan listrik, air bersih, gas bumi, hingga internet akan tersedia melalui kerja sama lintas badan usaha milik negara ini.
Kawasan TOD Manggarai ini menjadi proyek percontohan bagaimana hunian vertikal terjangkau bisa berdiri berdampingan dengan CBD kelas dunia. Presiden Prabowo tampaknya ingin membuktikan bahwa kemewahan dan keterjangkauan bisa berjalan beriringan di satu kawasan strategis. Model hunian vertikal subsidi ini juga diadopsi dalam proyek Meikarta yang menargetkan 141.000 unit rusun subsidi.











