Jakarta — Generasi Z kini mulai melirik rumah bekas sebagai pilihan hunian pertama mereka. Fenomena ini muncul seiring melambungnya harga rumah baru yang membuat anak muda harus berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan pembelian.
Rumah Second Jadi Incaran Baru Generasi Muda
Panangian Simanungkalit, Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, menilai pasar rumah bekas kini menjadi peluang besar bagi Gen Z untuk mulai memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau.
“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Panangian di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: BRI Consumer Expo 2026 Buka Akses Hunian Impian dengan KPR Bunga Mulai 1,75%
Keterbatasan Suplai Rumah Baru Dorong Tren Ini
Tren rumah bekas diperkirakan terus tumbuh seiring terbatasnya suplai rumah baru dibandingkan kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat setiap tahun. Panangian menilai pasar sekunder dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan membeli rumah baru akibat harga yang terus melonjak.
Selain lebih terjangkau, rumah bekas umumnya berada di kawasan yang sudah berkembang dan memiliki infrastruktur matang. Banyak rumah second berada di lokasi premium dengan harga tanah yang masih mengacu pada nilai puluhan tahun lalu.
“Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian.
Baca juga: Menteri Ara Bocorkan Rencana KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Turun Rp285 Ribu per Bulan
Lelang Aset Rumah Second Bakal Meramaikan Pasar
Dalam waktu dekat, pasar properti juga diperkirakan akan diramaikan oleh pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan harga yang bervariasi.
Menurut Panangian, kondisi ini bisa menjadi momentum bagi Gen Z yang ingin mulai berinvestasi maupun memiliki rumah pertama.
“Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” katanya.
KPR Khusus Rumah Bekas Permudah Akses Kepemilikan
Pasar rumah bekas juga akan didukung skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus bagi masyarakat yang ingin membeli rumah bekas dengan sistem cicilan.
Baca juga: Harga BBM Pertamina Juni 2026 Berubah, Apa Dampaknya ke Biaya Bangun Rumah?
Skema ini diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi generasi muda yang selama ini terkendala biaya.
Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif terhadap industri properti nasional sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat muda.
“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tutur Panangian.













